Tag: Dian Dharmayanti Codelabs

  • BEM UNIKOM Lakukan Penerapan Teknologi Pencacah Sampah dan Maggot Cerdas Berbasis AI:  Wujudkan Inovasi  Berkelanjutan Di Desa Mekarmanik

    BEM UNIKOM Lakukan Penerapan Teknologi Pencacah Sampah dan Maggot Cerdas Berbasis AI:  Wujudkan Inovasi  Berkelanjutan Di Desa Mekarmanik

    BANDUNG, UNIKOM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan lingkungan melalui program “PKM Berdampak”. Kegiatan PKM tersebut dilakukan selama satu semester mulai dari bulan September 2025 sampai dengan Januari 2026, dengan menghadirkan inovasi teknologi pencacah sampah dan sistem budidaya Maggot Cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi peningkatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan sampah di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

    Warga Mekarmanik sendiri selama ini menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah rumah tangga, terutama limbah organik yang menumpuk akibat keterbatasan alat pencacah dan proses penguraian yang lambat. Menyikapi situasi tersebut, BEM UNIKOM menghadirkan program kolaboratif antara BEM Nandanasena, Divisi Codelabs, dan Divisi Labkat UNIKOM dengan fokus mendorong penerapan teknologi cerdas yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

    Program PKM Berdampak di Desa Mekarmanik dilaksanakan dengan melibatkan 22 mahasiswa diantaranya 16 mahasiswa dari BEM Nandasena, 4 mahasiswa Codelabs, dan 2 mahasiswa Labkat, serta panitia dari program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, dan Komputerisasi Akuntansi UNIKOM, dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., dengan penanggung jawab kegiatan, Moch Nafis Azhar, serta dibimbing dan didampingi oleh dosen UNIKOM, antara lain, Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP, AMKI., dan Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom. Sinergi lintas keahlian dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

    Rangkaian kegiatan program dimulai dengan penyerahan alat pencacah sampah otomatis dan sistem budidaya Maggot berbasis AI kepada Pemerintah Desa Mekarmanik. Inovasi tersebut mendapat respon positif warga karena tidak hanya dapat mempercepat proses pengelolaan sampah organik, tetapi juga menghasilkan keluaran yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti pakan maggot dan pupuk organik.

    Dr. Supriyati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menciptakan lingkungan yang mandiri dan berdaya. “Kami berharap alat ini tidak hanya menjadi solusi penanganan sampah, tetapi juga memicu perubahan pola pikir masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan kemandirian lingkungan”, tuturnya.

    Sementara itu, dukungan juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Mekarmanik, Bapak Nanang, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNIKOM. Ia menilai bahwa kehadiran teknologi pencacah sampah menjadi jawaban atas permasalahan pengelolaan sampah organik yang selama ini membebani warga. Ungkapan terima kasih turut disampaikan Ketua RW 04 dan RW 05 serta Sekretaris Karang Taruna RW 04 yang merasakan langsung manfaat alat tersebut.

    Setelah penyerahan alat, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat pencacah sampah, teori dan praktik budidaya maggot, hingga penerapan sistem “Maggot Cerdas berbasis AI”. Pelatihan menggunakan metode praktik langsung sehingga warga mampu memahami siklus budidaya maggot dan terampil mengembangkan sistem pengolahannya secara mandiri. Sesi game edukatif juga digelar untuk memastikan kemampuan warga dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah diberikan.

    Apresiasi terhadap program terlihat jelas dari antusiasme warga dan pemerintah desa. Sekretaris Desa Mekarmanik berharap kegiatan PKM dapat terus berlanjut hingga tahap evaluasi pada tahun ketiga, sebagai komitmen menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis teknologi.

    Program PKM Berdampak sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UNIKOM, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Penerapan teknologi pencacah sampah dan Maggot Cerdas berbasis AI di Desa Mekarmanik diharapkan mampu menjadi model inovasi lingkungan tingkat desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

    Melalui PKM Berdampak, UNIKOM menegaskan bahwa kolaborasi akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Program tersebut menjadi tonggak awal menuju tata kelola lingkungan yang lebih cerdas dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)