Tag: Dewi Kurniasih UNIKOM

  • Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 11 Agustus 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan Short Diplomatic Course (SDC) dan Simulasi Sidang Internasional dengan tema “United Nations Security Council Meets on Ukraine”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan simulasi suasana persidangan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Security Council/UNSC) secara langsung dalam lingkungan akademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan hubungan internasional sekaligus mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, komunikasi, argumentasi, dan pengambilan keputusan dalam forum multilateral.

    Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 96 peserta, dengan 40 peserta merupakan mahasiswa yang telah menempuh enam semester, serta peserta lainnya yang turut berpartisipasi dimana program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi, baik dalam perspektif teori maupun praktik, sekaligus memperkenalkan secara langsung dinamika konferensi internasional. “Tujuan dari program ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi dalam teori dan praktik, serta memberikan pemahaman mengenai bagaimana konferensi internasional dilaksanakan”, tutur Prof. Aelina.

    Lebih lanjut, Prof. Aelina berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks akademik dan hubungan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., para mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., mengajak para peserta untuk memandang simulasi tersebut bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai pengalaman untuk memahami secara langsung kompleksitas proses pengambilan keputusan dalam politik dan keamanan internasional. “Dunia sedang menunggu keputusan. Perang terus berlangsung, publik sedang menyaksikan, pemerintah sedang memperhatikan, dan hari ini kalian akan memainkan peran sebagai para pengambil keputusan dalam Dewan Keamanan”, jelasnya.

    Assoc. Prof. Dr. Dewi juga mengungkapkan bahwa isu Ukraina yang menjadi tema simulasi memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas persoalan keamanan internasional. “Situasi di Ukraina mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar dalam hubungan internasional: keamanan mudah dibicarakan secara teori, tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan”, ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa ketika konflik internasional terjadi, masyarakat sering mempertanyakan mengapa perang tidak segera dihentikan, mengapa Dewan Keamanan tidak dengan cepat mencapai kesepakatan, atau mengapa proses diplomasi terkadang berjalan lambat. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami sendiri bahwa politik internasional tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif. “Politik internasional bukan hanya tentang memilih antara benar dan salah. Di dalamnya terdapat kepentingan nasional, keamanan, kepentingan ekonomi, kondisi internasional, pertimbangan kemanusiaan, persaingan geopolitik, serta distribusi kekuasaan dalam sistem internasional”, tegasnya.

    Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Dewi menegaskan bahwa diplomasi menuntut kemampuan untuk memahami kepentingan sendiri sekaligus memahami perspektif pihak lain. “Di situlah diplomasi dimulai. Kalian harus memahami posisi negara kalian sendiri, tetapi pada saat yang sama juga harus memahami mengapa negara lain dapat melihat situasi yang sama dengan cara yang berbeda”, tuturnya. Terakhir, Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berbicara dalam forum internasional, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan menganalisis kompleksitas persoalan, berkomunikasi melalui perbedaan, melakukan negosiasi, serta mencari solusi ketika tidak terdapat penyelesaian yang benar-benar sempurna. “Menjadi mahasiswa hubungan internasional berarti lebih dari sekadar mengingat konsep dan teori. Ini berarti belajar bagaimana menganalisis kompleksitas, berkomunikasi melalui perbedaan, bernegosiasi, dan mencari penyelesaian dalam situasi ketika penyelesaian yang sempurna mungkin tidak ada”, demikian pungkasnya.

    Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan memasuki agenda utama melalui roll call dan pengenalan para delegasi. Para mahasiswa tampil sebagai delegasi dari berbagai negara anggota PBB dengan mengenakan jas formal dan menjalankan peran diplomatik sesuai negara yang direpresentasikan. Para delegasi tersebut antara lain merepresentasikan negara Argentina, Belarus, Brasil, Kanada, Ceko, Kolombia, Denmark, Mesir, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kenya, Latvia, Lithuania, Meksiko, Belanda, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Suriah, Turkiye, Uni Emirat Arab, Inggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. Simulasi juga menghadirkan peran Chairperson, Co-Chair, dan Secretary General untuk membangun mekanisme persidangan yang menyerupai forum internasional.

    Persidangan kemudian berlangsung melalui beberapa tahapan Committee Session, mulai dari Opening Committee Session, General Speaker List, Moderated Caucus, hingga Unmoderated Caucus dan Closing Committee Session. Dalam sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan negaranya, memberikan argumentasi, merespons delegasi lain, serta melakukan proses negosiasi untuk mencari titik temu terhadap isu yang dibahas. Proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa karena mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik diplomasi dalam situasi simulatif. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami isu yang dibahas, tetapi juga mampu mempertahankan posisi negara, menyusun strategi negosiasi, membangun komunikasi dengan delegasi lain, dan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan yang dibawa.

    Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan testimonial comments dari observer dan pemberian penghargaan kepada para peserta. Sejumlah kategori penghargaan yang disiapkan meliputi Best Speech, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Verbal Commendation, Best Position Paper, serta Most Favourite Male and Female Delegates. Kategori penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan kontribusi peserta selama mengikuti simulasi. Best Speech diberikan kepada delegasi yang dinilai mampu menyampaikan pidato secara informatif dengan penguasaan bahasa dan substansi yang baik, sedangkan Most Outstanding Delegate ditujukan bagi peserta yang menunjukkan kemampuan, persiapan, pengetahuan isu, serta kontribusi yang menonjol selama persidangan.

    Sementara itu, kategori Honorable Mention dan Verbal Commendation menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan diplomasi, keterlibatan aktif, serta kontribusi peserta dalam debat. Adapun Best Position Paper diberikan kepada delegasi yang menghasilkan position paper dengan gagasan yang dinilai unggul, orisinal, inovatif, dan mencerminkan kemampuan diplomasi. Kategori Most Favourite Male and Female Delegates ditentukan berdasarkan suara dari para observer melalui formulir yang disediakan selama kegiatan. Menutup kegiatan, seluruh rangkaian simulasi diakhiri dengan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para peserta.

    Melalui kegiatan Short Diplomatic tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dinamika hubungan internasional sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Raih Akreditasi “Unggul”, Perkuat Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

    Prodi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Raih Akreditasi “Unggul”, Perkuat Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Hubungan Internasional berhasil memperoleh status Akreditasi “UNGGUL”, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen UNIKOM dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat posisinya sebagai Digital Entrepreneurial University.

    Predikat Akreditasi “UNGGUL” tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 220/AK.03.05/2026 serta Sertifikat Akreditasi Nomor 220/DL.03.05/2026. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., dengan perolehan nilai akreditasi 255. Dimana status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 4 Februari 2026 hingga 4 Februari 2031, sebagai bentuk pengakuan atas pemenuhan standar mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.

    Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi yang mengacu pada ketentuan penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023. Penetapan akreditasi juga merujuk pada Peraturan BAN-PT Nomor 21 Tahun 2024 mengenai pengalihan Akreditasi Program Studi (APS) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kepada Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), serta Peraturan LAMSPAK Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tahapan dan Prosedur Akreditasi Program Studi.

    Diraihnya kembali predikat Akreditasi UNGGUL menjadi bukti bahwa Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM berhasil mempertahankan capaian akreditasi tertinggi yang telah diraih sebelumnya, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Capaian tersebut juga menjadi bukti nyata pengelolaan manajemen program studi yang dilaksanakan secara profesional, terencana, dan berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pimpinan universitas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan pada aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola program studi yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.

    Sebagai salah satu program studi yang terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, Prodi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika global, perkembangan teknologi digital, serta kebutuhan dunia kerja. Dengan dukungan dosen yang kompeten, jejaring kerja sama nasional maupun internasional, serta lingkungan akademik yang kondusif, program studi ini berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan analitis, kepemimpinan, dan perspektif global.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra dan pengguna lulusan. Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan terhadap kelengkapan administrasi, melainkan terhadap budaya mutu yang telah dibangun secara konsisten dalam tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan mahasiswa dan lulusan. Kami bersyukur dan bangga, tetapi kami juga menyadari bahwa status Unggul bukanlah akhir dari perjalanan. Pencapaian ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kerja sama nasional dan internasional, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan global.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., mengungkapkan “Pencapaian Akreditasi UNGGUL ini merupakan wujud nyata komitmen FISIP UNIKOM dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan pada setiap aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas tata kelola Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja sama, serta pimpinan universitas yang telah bersinergi dalam mempertahankan capaian ini. Ke depan, FISIP UNIKOM akan terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional sebagai bagian dari komitmen mewujudkan UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University yang berdaya saing global”, ungkap Prof. Dewi.

    Keberhasilan mempertahankan predikat Akreditasi UNGGUL ini semakin memperkuat posisi strategis Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM sebagai salah satu pilihan terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang hubungan internasional dengan jaminan mutu pendidikan yang unggul. Untuk Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM dapat diakses melalui pmb.unikom.ac.id.(Direktorat Hms & Pro)

  • Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Penulis: Kurniasih, Dewi; Anjani, Maisya Chaluela 

    DOI: 10.29333/ejecs/2350

    Abstrak:

    Pekerja sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan. Mengingat peran penting layanan pekerjaan sosial dalam menangani potensi masalah kemiskinan dan kondisi ekonomi yang buruk di masyarakat pedesaan, khususnya di negara-negara berkembang, penelitian ini mengintegrasikan pandangan penargetan berbasis komunitas dengan teori pemberdayaan untuk menentukan peran pekerja sosial dalam mencapai kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Menggunakan data survei rumah tangga pedesaan sejumlah 597 rumah tangga dari 15 komunitas pedesaan di dua provinsi di Indonesia, data tersebut dianalisis menggunakan alat statistik modern, yaitu SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja, keterampilan dan variasi, serta keselarasan moral pekerja sosial dengan masyarakat pedesaan meningkatkan kualitas pemberdayaan mereka. Pemberdayaan pekerja sosial lebih lanjut mentransmisikan pentingnya peran mereka dalam membantu masyarakat pedesaan mewujudkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan dengan menyediakan kebutuhan dasar berupa pendidikan, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, dan lain-lain. Temuan penelitian ini berguna bagi praktisi dan pembuat kebijakan, khususnya untuk fokus pada program pembangunan masyarakat pedesaan dengan memanfaatkan upaya pekerja sosial dan memperluas jaringan sosial mereka untuk mendapatkan manfaat maksimal. © 2025, Florida Gulf Coast University. All rights reserved.

    Author Keywords:kesejahteraan masyarakat; penargetan berbasis komunitas; pemberdayaan; keselarasan moral; komunitas pedesaan; keterampilan; pekerja sosial


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105004284382