Tag: Desain Komunikasi Visual

  • PRODI DKV UNIKOM Dukung Peran Desain Visual Sebagai Media Edukasi Lingkungan dalam Screening Film “Maira: Whisper from Papua”

    PRODI DKV UNIKOM Dukung Peran Desain Visual Sebagai Media Edukasi Lingkungan dalam Screening Film “Maira: Whisper from Papua”

    BANDUNG, UNIKOM — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menegaskan komitmennya dalam mendukung isu pelestarian lingkungan melalui pendekatan visual dan narasi kreatif dengan berkontribusi pada kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Screening film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Rumah Produksi Aksa Bumi Langit pada Rabu sore, 21 Januari 2026, bertempat di XXI Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung.

    Keterlibatan Prodi DKV UNIKOM dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan film sebagai medium komunikasi strategis untuk menyuarakan kepedulian terhadap kelestarian hutan Papua. Film “Maira – Whisper from Papua” dinilai merepresentasikan kekuatan desain visual, sinematografi, dan storytelling dalam membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan yang bersifat global.

    Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Program Studi DKV UNIKOM, Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Ds., yang didampingi oleh Dosen DKV UNIKOM sekaligus Kepala Divisi Humas dan Informasi Komunikasi Publik UNIKOM, Arif Try Cahyadi, M.Ds., Kehadiran perwakilan prodi DKV UNIKOM tersebut untuk mendukung ekosistem kreatif yang aktif berkontribusi dalam isu-isu sosial dan lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, stakeholder swasta, hingga komunitas dan kelompok masyarakat di kota Bandung. Kehadiran lintas sektor tersebut memperkuat pandangan Prodi DKV UNIKOM bahwa pelestarian lingkungan merupakan isu kolaboratif yang membutuhkan peran strategis desain komunikasi visual sebagai jembatan komunikasi publik.

    Dr. Kankan Kasmana S.Sn., M.Ds., menyampaikan bahwa film “Maira” dapat dijadikan sebagai studi kasus akademik yang relevan bagi mahasiswa DKV, khususnya dalam memahami bagaimana estetika visual, narasi desain, dan pendekatan sinematografi mampu memengaruhi opini publik serta membangun rasa kepedulian bersama. Ia menekankan bahwa hutan Papua merupakan paru-paru dunia sekaligus kekayaan Indonesia yang sarat dengan nilai kearifan lokal, sehingga pesan yang disampaikan dalam film tersebut sangat kontekstual dengan kondisi bangsa saat ini dan mengandung nilai edukatif lintas disiplin.

    Semantara itu, Arif Try Cahyadi, M.Ds. menegaskan bahwa film “Maira – Whisper from Papua” merupakan contoh media edukasi publik yang efektif. Menurutnya, kekuatan storytelling visual mampu menembus batasan dalam penyampaian informasi, serta menyampaikan pesan lingkungan secara emosional dan persuasif, sehingga berpotensi mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat.

    Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan screening tersebut juga tercermin dari jumlah penonton yang mencapai 1.438 orang, memenuhi studio XXI Ciwalk pada penayangan perdana edisi spesial di kota Bandung. Bagi Prodi DKV UNIKOM, tingginya partisipasi publik ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat dikomunikasikan secara efektif melalui media visual yang kuat dan relevan dengan audiens.

    Kegiatan screening di Cihampelas Walk tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal menjelang Launching Official film “Maira – Whisper from Papua” pada 5 Februari 2026. Prodi DKV UNIKOM berharap film tersebut tidak hanya dinikmati sebagai tontonan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan diskusi akademik, referensi pembelajaran, serta pemicu gerakan sosial berbasis desain di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

    Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan nonton bareng tersebut, Prodi DKV UNIKOM terus mendorong peran desain komunikasi visual sebagai sarana edukasi, advokasi, dan transformasi sosial, khususnya dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan hutan Indonesia.  (Direktorat Hms & Pro)

  • Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat di Pasar Cijerah Cerah

    Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat di Pasar Cijerah Cerah

    Pengabdian kepada Masyarakat DPPM ini bertujuan meningkatkan kualitas kemampuan pedagang Pasar Cijerah dalam mempresentasikan produknya untuk bisa bersaing. Terutama melalui kemampuan bernarasi secara verbal dan visual. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2025.

    Selanjutnya tanggal 9-10 Agustus 2025 dilakukan pembuatan mural untuk mengajak kembali berbelanja ke pasar tradisional. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui aplikasi Bima sebagai penyedia dana dan pengelola Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk Tahun Anggaran 2025. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada Divisi Pengabdian Masyarakat (DP2M) Universitas Komputer Indonesia atas dukungan terhadap kegiatan PKM yang telah dilaksanakan. Pun kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPETRA) Bandung sebagai mitra PKM.

    Ketua tim pelaksana PKM adalah Dr. Yully Ambarsih Ekawardhani, M.Sn. dengan anggota Dr. Taufan Hidayatullah, M.Ds. dari Program Studi Magister Desain dan Ivan Kurniawan, M.Ds. dari Program Studi Desain Grafis. Dibantu oleh tim mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Magister Desain.

  • Program Studi Dkv Unikom Gelar Seminar Tugas Akhir & Skripsi “Bincang Kreatif: Tunjukkan Gayamu, Berbagi Ide Kreatif Dengan Percaya Diri”

    Program Studi Dkv Unikom Gelar Seminar Tugas Akhir & Skripsi  “Bincang Kreatif: Tunjukkan Gayamu, Berbagi Ide Kreatif Dengan Percaya Diri”

    BANDUNG, UNIKOM — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan rutin Seminar Tugas Akhir & Skripsi untuk Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, dengan mengangkat tema “Bincang Kreatif: Tunjukkan Gayamu, Berbagi Ide Kreatif dengan Percaya Diri.” Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 5 Juli 2025, di Auditorium Miracle, Kampus I UNIKOM, Bandung, dan dihadiri oleh puluhan peserta dari jenjang D3 dan S1, serta sivitas akademika UNIKOM dan masyarakat umum.

    “Bincang Kreatif” bukan sekadar ajang presentasi tugas akhir, tetapi juga merupakan forum berbagi gagasan dan proses kreatif mahasiswa kepada audiens yang lebih luas. Tema ini diangkat untuk mendorong mahasiswa tampil percaya diri, berani menjelaskan karya secara terbuka, serta siap menghadapi tantangan komunikasi visual di dunia profesional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, M.Sn., Ketua Program Studi Desain Grafis UNIKOM, Koordinator Tugas Akhir & Skripsi Prodi DKV, Deni Albar, M.Ds., dan Irma Rohmawati, M.Ds.

    Ketua Pelaksana Kegiatan, Ganjar Fimtahudin, M.Ds., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dan dukungan penuh dari panitia. “Seminar ini menjadi ruang aktualisasi diri mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi peserta untuk tampil lebih percaya diri dan menyadari bahwa proses kreatif adalah hasil dari usaha dan perjalanan panjang, bukan sesuatu yang instan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian mata kuliah Tugas Akhir dan Skripsi, salah satunya melalui seminar yang dilakukan dengan tujuan mengasah kemampuan teknis, berpikir kritis, serta penguatan karakter mahasiswa. Tidak hanya aspek akademik, mahasiswa juga didorong untuk mengasah kemampuan presentasi, public speaking, dan membangun kepercayaan diri dalam menjelaskan ide serta proses desain yang telah mereka lakukan.

    Deni Albar, M.Ds, selaku Koordinator Tugas Akhir & Skripsi Program Studi DKV UNIKOM, dalam sambutannya menekankan bahwa apa yang ditampilkan mahasiswa hari ini adalah bentuk dedikasi dan proses yang tidak singkat. “Segala yang dipresentasikan dalam seminar ini adalah hasil dari perjuangan dan tahapan pembelajaran. Ini membuktikan bahwa karya desain yang matang membutuhkan riset, eksplorasi, dan pemahaman mendalam. Kami berharap seminar seperti ini terus berlanjut sebagai platform menggali potensi dan membangun kepercayaan diri mahasiswa,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi DKV UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, M.Sn. Dalam sambutan pembukanya ia menyampaikan, seminar ini dapat menjadi simulasi awal menuju dunia kerja yang sesungguhnya. “Lewat forum ini, mahasiswa mendapat gambaran seperti apa dunia profesi yang akan mereka hadapi nanti. Mereka belajar menyampaikan ide, mempertahankan konsep di depan audiens, serta berlatih public speaking secara langsung. Ini semua adalah bagian penting yang harus dimiliki seorang desainer,” jelasnya. Lebih lanjut, Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa di dunia kerja bukan hanya ditentukan oleh tampilan visual karya semata, melainkan juga oleh kemampuan menjelaskan makna, proses, dan alasan di balik desain tersebut. “kuasai betul proses dan konsep dari apa yang telah kalian kerjakan,” pungkasnya.

    Dua orang narasumber ditampilkan dalam kegiatan tersebut, yaitu alumni Program Studi DKV UNIKOM, Eldhie Rutfi Milega yang juga berprofesi sebagai Production Lead Dassei Design, serta Alvin Hamzah, Public Speaking Trainer, MC & TV Presenter, CEO MC Speak, yang juga alumni dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Dalam paparannya, Eldhie menyampaikan, sebagai desainer penting untuk menjadi generalis sebagai modal awal di industri desain dan berinteraksi langsung dengan ahlinya, yang nantinya seiring perjalanan waktu akan mendapatkan taste dan scope-nya sendiri sebagai spesialis desainer. Di akhir paparannya ia menagaskan, Tugas Akhir bukan hanya sebagai tugas akhir saja, tapi dipersiapkan  untuk portofolio terbaik. Sementara itu, Alvin pun menyampaikan hal yang penting bagaimana menghubungkan potensi yang ada di dalam diri kita, salah satunya adalah kemampuan dalam berkomunikasi. dengan mengenal dua proses yaitu proses waktu dan teknik. Antusias peserta tampak dalam sesi diskusi yang dipandu secara interaktif oleh Merlina Fatimah Nasrudin, selaku Moderator.

    Melalui seminar “Bincang Kreatif” tersebut, ketika sidang akhir nanti mahasiswa tidak hanya memperlihatkan hasil karya visual mereka, tetapi juga mempertanggung jawabkan dalam menjelaskan hasil karya yang telah dibuat dengan  baik. Harapannya, acara ini menjadi sarana pembelajaran yang holistik, menyatukan aspek akademik, kreatif, serta komunikasi secara seimbang. (Direktorat Hms & Pro)

  • Fakultas Desain UNIKOM Berkolaborasi Bersama Fakultas Psikologi UNISBA Dalam Workshop Bertema “Psychological First Aid Untuk Tangani Ganguan Mental Mahasiswa”

    Fakultas Desain UNIKOM Berkolaborasi Bersama Fakultas Psikologi UNISBA Dalam Workshop Bertema “Psychological First Aid Untuk Tangani Ganguan Mental Mahasiswa”

    BANDUNG, UNIKOM – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan generasi Z semakin meningkat, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Menanggapi fenomena ini, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Workshop Psychological First Aid (PFA). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 Februari 2025, di Ruang 6.010, Lantai 6, Smart Building UNIKOM.

    Acara ini dihadiri oleh dosen dari berbagai program studi di Fakultas Desain, termasuk Program Studi Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis, dan Desain Interior. Selain itu, para Dosen Pembina Kemahasiswaan di lingkungan UNIKOM juga turut hadir. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai teknik pertolongan pertama psikologis bagi mahasiswa yang mengalami tekanan mental akibat stres akademik atau peristiwa traumatis lainnya.

    Dalam sambutannya, Dr. Andrias Dharmayadi, selaku Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, menyampaikan bahwa “kita sebagai dosen perlu pendekatan, oleh karena itu workshop ini dapat menjadi modal atau ilmu bagaimana kita berhadapan dengan mahasiswa yang memang punya mental health, karena kita sebagai dosen cenderung melihat mahasiswa itu semua sama tetapi ternyata mahasiswa itu sendiri berbeda karena mereka punya masalah masing-masing yang kemudian tidak terindikasi oleh kita, mudah mudahan workshop kali ini dapat memberikan solusi sebelum kita mengambil langkah-langkah berikutnya” Ujar Dr. Andrias

    PFA sendiri dapat dianalogikan dengan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), namun difokuskan pada aspek psikologis. PFA dirancang untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh reaksi emosional dan pikiran setelah mengalami peristiwa stres tinggi atau traumatis. PFA merupakan bentuk dukungan psikososial yang bersifat non-intrusif. Dalam penerapannya, PFA tidak bertujuan untuk menggali pengalaman traumatis seseorang secara mendalam, tetapi lebih kepada memberikan dukungan praktis, mendengarkan tanpa memaksa, serta membantu individu menemukan sumber daya dan layanan yang mereka butuhkan.

    Workshop ini menyoroti bahwa tekanan akademik, tugas yang menumpuk, serta kesulitan dalam kerja kelompok sering menjadi pemicu stres bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi tenaga pendidik dan pembina kemahasiswaan untuk memiliki pemahaman dasar mengenai PFA agar dapat memberikan bantuan yang tepat dan mencegah dampak negatif lebih lanjut.Salah satu aspek penting yang dibahas dalam workshop ini adalah bagaimana mengenali tanda-tanda gangguan mental, seperti kecemasan berlebih, depresi, dan bahkan kecenderungan bunuh diri.

    Dinda Dwarawati, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama, menekankan bahwa setiap individu memiliki kemampuan alamiah untuk memulihkan diri, namun dukungan dari lingkungan sekitar sangat diperlukan agar proses tersebut berjalan lebih efektif “PFA bukanlah terapi atau konseling profesional, tetapi merupakan langkah awal yang dapat membantu individu merasa lebih tenang dan nyaman sebelum mendapatkan bantuan lebih lanjut jika diperlukan,” ujar Dinda Dwarawati. Dengan adanya workshop ini, diharapkan tenaga pendidik di UNIKOM dapat lebih sigap dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada mahasiswa yang membutuhkannya. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen Unikom dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih peduli terhadap kesehatan mental mahasiswanya.

    Guna melengkapi kegiatan atas dasar kerjasama antara kedua fakultas yaitu Fakultas Desain UNIKOM dengan Fakultas Psikologi Unisba, kesempatan baik tersebut dilakukannya penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerjasama dan penandatanganan Implementasi Agreement (IA) atau Implementasi Kerjasama yang ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Desain UNIKOM Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., dan Dekan Fakultas Psikologi Unisba Dr. Dewi Sartika, M.Si., Psikolog.

    Ke depannya, Fakultas Desain UNIKOM berencana untuk terus mengembangkan program serupa guna meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan akademisi dan mahasiswa. Dengan adanya kolaborasi lintas disiplin ini, diharapkan semakin banyak individu yang memiliki pemahaman tentang pentingnya PFA dalam menjaga kesejahteraan psikologis di lingkungan kampus. (Direktorat Hms & Pro)