BANDUNG, UNIKOM — Senin, 28 Juli 2025, Program Studi Desain Grafis Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk “International Community Service and Empowerment for SDIT Al Irsyad Al-Islamiyah and Elementary School of Malaysia”. Bertempat di SDIT Al Irsyad Al-Islamiyah Bandung, kegiatan tersebut mengangkat tema “Introduction of Design for Elementary School”, yang menghadirkan kolaborasi lintas negara antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan tersebut melibatkan 44 siswa, terdiri dari 29 siswa SDIT Al Irsyad Al-Islamiyah Bandung dan 15 siswa dari tujuh sekolah dasar di Malaysia, antara lain Maktab Sultan Abu Bakar, SJKT Ladang Highland Klang, SK Timbua Ranau Sabah, SK Sri Serdang, SJKT Ladang Vallambrosa, dan SJKT Kuala Terla Cameron Highland.
Dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn.,M.Sn., sebagai Ketua PKM, workshop tersebut menyajikan materi yang disampaikan oleh para dosen berkompeten, antara lain: Deni Albar, S.Sn., M.Ds., Ryanty Derwentyana Nazhar, M.Ds., Adityo B. Hardoyo, S.Sn., M.Ds., dan Achmad Deptian Djenuari Rizky, M.Ds., serta didukung anggota tim, Arlene Marliana, A.Md.
Assoc. Prof. Dr. Rini pada kesempatan tersebut menyatakan, “melalui pendekatan edukatif interaktif yang menyenangkan, para peserta diperkenalkan pada dasar-dasar desain visual, desain interior, fotografi, dan komik. Tujuannya tak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan sekolah dasar sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan berbasis kreativitas dan desain” tuturnya.
Kegiatan tersebut menjadi ajang pertukaran wawasan dan budaya sejak dini, menanamkan pemahaman bahwa desain bukan sekadar karya seni, tetapi juga sarana untuk menginspirasi, menyelesaikan masalah, dan membentuk lingkungan yang lebih baik. Kolaborasi internasional tersebut memperkuat peran UNIKOM sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong kreativitas generasi muda di panggung global. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Dunia desain tidak pernah lepas dari penggunaan kertas, meski media digital dan media sosial kini begitu dominan. Menyadari pentingnya kualitas kertas dalam mendukung kekuatan karya desain, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bekerja sama dengan PT. Surya Palacejaya menggelar kegiatan SCOPA Education (Surya Palace Creative on Paper) di kampus UNIKOM, Bandung.
Kegiatan yang telah berlangsung pada Kamis, 24 April 2025 ini mengangkat tema “All About Paper” dan merupakan bagian dari program kegiatan Fakultas Desain UNIKOM Tahun 2025. Acara ini menghadirkan Tommy Wily Bonytua, S.T., dari PT Surya Palacejaya sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Dr. Tiara Isfiaty, M.Sn., selaku Ketua Program Studi Desain Interior dan Dosen Program Studi Desain Interior & Pascasarjana MDS. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen dilengkungan Fakultas Desain serta diikuti oleh mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Program Studi Desain Grafis, dan program Studi Desain Interior, khususnya mahasiswa yang tengah menempuh mata kuliah Ilustrasi II Tahun Akademik 2024/2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ambarsih Ekawardhani, M.Sn. selaku Ketua Pelaksana, dengan dukungan Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, M.Sn. sebagai Wakil Ketua, serta segenap tim panitia dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis, dan Interior. Dalam sambutannya, Dr. Ambarsih Ekawardhani, M.Sn. menyampaikan bahwa “Adanya kegiatan ini, mahasiswa mendapat manfaat berupa pengenalan terhadap berbagai jenis kertas khusus yang tidak tersedia bebas di pasaran. Salah satu kertas menarik yang dikenalkan adalah kertas yang tidak bisa disobek. Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa bahwa jenis kertas tertentu dapat meningkatkan kualitas karya desain, baik secara visual maupun pengalaman inderawi. Harapannya, kegiatan ini dapat memperluas pemahaman dan apresiasi mahasiswa terhadap ragam material dalam dunia desain” ujar Dr. Ambarsih
Dalam paparannya, Tommy memperkenalkan berbagai jenis kertas impor yang didistribusikan oleh PT. Surya Palacejaya, sekaligus menjelaskan karakteristik dan fungsi masing-masing jenis kertas dalam mendukung kualitas karya desain. Salah satu momen menarik adalah saat peserta diperkenalkan pada produk kertas bernama Yupo — kertas sintetis yang tidak dapat disobek. Para peserta mencoba merobek kertas tersebut dengan berbagai cara, namun tidak ada satupun yang berhasil, sehingga menimbulkan antusiasme tinggi di antara peserta.
SCOPA Education 2025 juga menjadi pembuka rangkaian acara BAKSYA (Lomba Ilustrasi Kreasi Ilustrasi Karya Desain) Fakultas Desain UNIKOM 2025. Kompetisi ini direncanakan digelar berskala nasional dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang Desain Komunikasi Visual. BAKSYA akan meliputi kompetisi dan pameran karya, menjadi wadah kreatif bagi mahasiswa desain se-Indonesia untuk mengekspresikan ide-ide inovatif mereka.
Dengan terselenggaranya SCOPA Education 2025, Fakultas Desain UNIKOM berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya memilih media yang tepat dalam proses kreatif mereka, serta mampu meningkatkan daya saing di dunia industri kreatif nasional maupun internasional. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan generasi Z semakin meningkat, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Menanggapi fenomena ini, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Workshop Psychological First Aid (PFA). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 Februari 2025, di Ruang 6.010, Lantai 6, Smart Building UNIKOM.
Acara ini dihadiri oleh dosen dari berbagai program studi di Fakultas Desain, termasuk Program Studi Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis, dan Desain Interior. Selain itu, para Dosen Pembina Kemahasiswaan di lingkungan UNIKOM juga turut hadir. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai teknik pertolongan pertama psikologis bagi mahasiswa yang mengalami tekanan mental akibat stres akademik atau peristiwa traumatis lainnya.
Dalam sambutannya, Dr. Andrias Dharmayadi, selaku Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, menyampaikan bahwa “kita sebagai dosen perlu pendekatan, oleh karena itu workshop ini dapat menjadi modal atau ilmu bagaimana kita berhadapan dengan mahasiswa yang memang punya mental health, karena kita sebagai dosen cenderung melihat mahasiswa itu semua sama tetapi ternyata mahasiswa itu sendiri berbeda karena mereka punya masalah masing-masing yang kemudian tidak terindikasi oleh kita, mudah mudahan workshop kali ini dapat memberikan solusi sebelum kita mengambil langkah-langkah berikutnya” Ujar Dr. Andrias
PFA sendiri dapat dianalogikan dengan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), namun difokuskan pada aspek psikologis. PFA dirancang untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh reaksi emosional dan pikiran setelah mengalami peristiwa stres tinggi atau traumatis. PFA merupakan bentuk dukungan psikososial yang bersifat non-intrusif. Dalam penerapannya, PFA tidak bertujuan untuk menggali pengalaman traumatis seseorang secara mendalam, tetapi lebih kepada memberikan dukungan praktis, mendengarkan tanpa memaksa, serta membantu individu menemukan sumber daya dan layanan yang mereka butuhkan.
Workshop ini menyoroti bahwa tekanan akademik, tugas yang menumpuk, serta kesulitan dalam kerja kelompok sering menjadi pemicu stres bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi tenaga pendidik dan pembina kemahasiswaan untuk memiliki pemahaman dasar mengenai PFA agar dapat memberikan bantuan yang tepat dan mencegah dampak negatif lebih lanjut.Salah satu aspek penting yang dibahas dalam workshop ini adalah bagaimana mengenali tanda-tanda gangguan mental, seperti kecemasan berlebih, depresi, dan bahkan kecenderungan bunuh diri.
Dinda Dwarawati, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama, menekankan bahwa setiap individu memiliki kemampuan alamiah untuk memulihkan diri, namun dukungan dari lingkungan sekitar sangat diperlukan agar proses tersebut berjalan lebih efektif “PFA bukanlah terapi atau konseling profesional, tetapi merupakan langkah awal yang dapat membantu individu merasa lebih tenang dan nyaman sebelum mendapatkan bantuan lebih lanjut jika diperlukan,” ujar Dinda Dwarawati. Dengan adanya workshop ini, diharapkan tenaga pendidik di UNIKOM dapat lebih sigap dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada mahasiswa yang membutuhkannya. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen Unikom dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih peduli terhadap kesehatan mental mahasiswanya.
Guna melengkapi kegiatan atas dasar kerjasama antara kedua fakultas yaitu Fakultas Desain UNIKOM dengan Fakultas Psikologi Unisba, kesempatan baik tersebut dilakukannya penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerjasama dan penandatanganan Implementasi Agreement (IA) atau Implementasi Kerjasama yang ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Desain UNIKOM Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., dan Dekan Fakultas Psikologi Unisba Dr. Dewi Sartika, M.Si., Psikolog.
Ke depannya, Fakultas Desain UNIKOM berencana untuk terus mengembangkan program serupa guna meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan akademisi dan mahasiswa. Dengan adanya kolaborasi lintas disiplin ini, diharapkan semakin banyak individu yang memiliki pemahaman tentang pentingnya PFA dalam menjaga kesejahteraan psikologis di lingkungan kampus. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh dosen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), kali ini Kepala Program Studi Desain Grafis sekaligus dosen homebase Magister Desain UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn., M.Sn., yang mendapatkan kepercayaan sebagai reviewer di jurnal internasional bereputasi, The International Journal of Visual Design. Jurnal yang diterbitkan oleh Common Ground Research Networks ini memiliki peringkat kuartil 2 (Q2) dengan SJR 2023 sebesar 0.12, serta ber-ISSN 2325-1581 (Print) dan 2325-159X (Online). Penerbit jurnal tersebut berbasis di University of Illinois Research Park, Amerika Serikat.
Sejak tahun 2023, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina telah aktif menjadi reviewer di berbagai jurnal dan konferensi internasional bergengsi, termasuk:
The International Journal of Design in Society (Q3) dengan SJR 2023 sebesar 0.1, ISSN (Print): 2325-1328 dan ISSN (Online): 2325-1360.
The International Journal of the Arts in Society (ISSN: 1833-1866 Print, ISSN: 2473-5809 Online).
The Journal of Communication and Media Studies (ISSN: 2470-9247 Print, ISSN: Online).
Jurnal Sosioteknologi Institut Teknologi Bandung (peringkat Sinta 2, ISSN: 1858-3474, E-ISSN: 2443-258X).
Asian Journal of Art and Culture (AJAC) Walailak University Thailand (ISSN Online: 2773-9953).
The 15th International Conference on Humanities and Social Sciences (15ICHiSS), yang diselenggarakan oleh Prince of Songkla University di Thailand.
Atas pencapaian ini, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina menyampaikan apresiasi kepada UNIKOM, tempatnya mengabdi, yang telah memberikan dukungan penuh dalam bentuk dorongan, arahan, dan penilaian kinerja dari jajaran pimpinan universitas.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai reviewer merupakan bentuk tanggung jawab dalam dunia akademik. Saya berharap kontribusi ini dapat lebih ditingkatkan guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang seni dan desain, serta menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma pengabdian kepada masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. Rini
Keaktifan dan kontribusi Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina sebagai reviewer di jurnal-jurnal internasional semakin memperkuat peran akademisi Indonesia dalam publikasi ilmiah global serta memperluas jaringan keilmuan di kancah internasional. (Direktorat Hms & Pro).