Penulis: Nursikuwagus A. ; MeLian L. ; Permatasari D.
DOI: 10.1088/1757-899X/407/1/012095
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kompetensi siswa dalam pembelajaran keberlanjutan melalui sekolah kejuruan. Pengukuran kompetensi siswa dapat menggunakan metode statistik atau proses komputasi cerdas. Salah satu metode dalam proses komputasi cerdas adalah Fuzzy Topsis. Masalah yang ada dalam penelitian ini adalah setiap proses dalam evaluasi kompetensi siswa dihitung dengan ukuran rata-rata. Tantangan dalam proses evaluasi kompetensi adalah menggunakan metode Fuzzy Topsis. Dalam penerapan Fuzzy Topsis, beberapa variabel diperlukan seperti laporan, psikotes, dan rekomendasi guru. Hasil penelitian ini adalah tingkat kompetensi siswa jurusan di sekolah kejuruan. Dengan menggunakan data 270 siswa, uji Presisi telah dihitung sebesar 75,60% dan uji Recall sebesar 96%. Persentase ini diperoleh dengan menghitung matriks kebingungan yang membedakan antara tingkat kompetensi siswa dan yang tidak kompeten. Dampak penelitian ini adalah proses kompetensi dapat efisien dan efektif dengan menggunakan Fuzzy Topsis. Dampak lainnya adalah pengukuran kompetensi dapat lebih sederhana dan dinamis dibandingkan metode konvensional yang hanya menggunakan pengukuran rata-rata. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.
Kata kunci terindeks
Istilah terkontrol teknik
Komputasi cerdas; Pengajaran
Istilah tidak terkontrol teknik
Model komputasi; Matriks kebingungan; Metode konvensional; Masalah yang ada; Kompetensi siswa; Tingkat siswa; Pembelajaran berkelanjutan; Sekolah kejuruan
Judul utama teknik
Siswa
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85054825105