Penulis: Irfan Maliki, Ade Syahlan Prayoga
Abstrak
Aksara Sunda merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Namun, aksara Sunda memiliki kompleksitas dan keunikan dalam penulisannya, sehingga sulit dikenali. Pengenalan dapat dilakukan secara otomatis menggunakan pembelajaran mendalam. Salah satu masalahnya adalah pengenalan tersebut memiliki jumlah data yang sedikit dan kurang bervariasi. Dalam penelitian ini, solusi yang diusulkan adalah menggunakan augmentasi data. Penelitian ini berfokus pada bagaimana penggunaan augmentasi data dapat membantu meningkatkan akurasi dalam melakukan pengenalan pola gambar tulisan tangan menggunakan metode Jaringan Saraf Konvolusional (CNN). Augmentasi data adalah proses peningkatan jumlah data secara artifisial dengan menghasilkan titik data baru dari data yang ada. Augmentasi meliputi penambahan perubahan kecil pada data atau penggunaan model pembelajaran mesin untuk menghasilkan titik data baru di ruang laten data asli untuk memperkuat kumpulan data. Augmentasi data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik pembalikan, rotasi, dan translasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan augmentasi data untuk meningkatkan jumlah dan variasi sampel data memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai akurasi sebesar 0,1707 atau sekitar 17,07%. Akurasi terbaik yang diperoleh adalah 0,8 atau 80% menggunakan model dasar dengan augmentasi data. Temuan ini menghasilkan hasil yang baik karena sistem mampu melakukan klasifikasi gambar dengan cukup baik. © School of Engineering, Taylor’s University.
Kata kunci penulis
Jaringan saraf konvolusional; Augmentasi data; Pengenalan tulisan tangan; Aksara Sunda
Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85152919072
