Tag: Cisco NetAcad UNIKOM

  • Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam memperkuat komitmennya menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri melalui kegiatan berbasis Cisco Networking Academy (NetAcad), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Deputi Wakil Rektor IV dan Divisi International Class & Training menyelenggarakan kegiatan workshop bertema “Aligning Education with Industry: Sinkronisasi Kurikulum OBE Menuju Lulusan FTIK yang Unggul dan Adaptif”, yang ditujukan bagi dosen di lingkungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM pada Selasa, 18 Agustus 2026.

    Bertempat di Ruang Lab Cisco lantai 9 Smart Building UNIKOM, workshop tersebut secara khusus menghadirkan pembekalan mengenai pemanfaatan Cisco Networking Academy (NetAcad) sebagai platform pembelajaran berbasis industri dimana para dosen diperkenalkan pada berbagai course Cisco, sumber pembelajaran, fasilitas laboratorium virtual, sistem evaluasi, hingga mekanisme pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran di kelas.

    Dalam kegiatan tersebut, Cisco Networking Academy menjadi fokus utama pembekalan. Platform tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sumber kurikulum industri yang dapat dimanfaatkan dosen untuk memperkaya materi perkuliahan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Para dosen diperkenalkan dengan berbagai course yang tersedia di Cisco Networking Academy, termasuk materi yang berkaitan dengan Python, Linux, dan Cybersecurity. Selain materi pembelajaran, platform Cisco juga menyediakan video, artikel, PowerPoint, kuis, aktivitas interaktif, serta hands-on laboratory yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis praktik.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Herman S. Soegoto, MBA., dalam sambutan pembukanya  menekankan pentingnya peran dosen dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan industri. Menurutnya, para dosen pada dasarnya telah memiliki penguasaan yang baik terhadap bidang ajarnya. Namun, penyelarasan dengan kebutuhan industri, termasuk melalui pemanfaatan kurikulum Cisco, tetap diperlukan agar materi yang diberikan kepada mahasiswa semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Herman berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, dosen dapat mengambil berbagai materi yang relevan dari Cisco Networking Academy untuk kemudian diadopsi ke dalam kurikulum maupun mata kuliah. “Harapan kami adalah setelah pelatihan ini atau penyelarasan ini, Bapak-Ibu kemudian bisa mengambil manfaatnya, menimba apa yang perlu kita adopsi ke kurikulum kita, ke mata kuliah kita, sehingga itu bisa kita transfer ke mahasiswa kita”, tuturnya.

    Sementara itu, Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D​., menjelaskan bahwa UNIKOM sebenarnya telah memiliki sejumlah kurikulum industri yang telah berjalan cukup lama, termasuk kurikulum dari Cisco. Dengan demikian, UNIKOM berupaya membuka akses yang lebih luas kepada dosen agar dapat mempelajari dan memanfaatkan kurikulum Cisco Networking Academy untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. “Kita buka opportunity sebesar mungkin. Bagi Bapak-Ibu yang mau belajar dan menyelaraskan kelasnya dengan kurikulum industri, bisa masuk”, ungkapnya.

    Menurut Adam, Ph.D., pemanfaatan kurikulum industri, termasuk kurikulum Cisco, memiliki posisi penting dalam penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Capaian kompetensi mahasiswa dapat didukung dengan bukti yang lebih terukur melalui penyelesaian course dan perolehan certificate. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tidak selalu harus dipahami sebagai sertifikasi industri berbayar. Peserta juga dapat memperoleh Certificate of Completion setelah menyelesaikan seluruh materi, kuis, maupun tugas dalam sebuah course. “Completion certificate sudah lebih dari cukup untuk menjadi portofolio di OBE”, jelasnya.

    Pertama, dosen dapat tetap menggunakan materi perkuliahan yang selama ini digunakan sekaligus mengimplementasikan kurikulum Cisco secara paralel. Dengan pola tersebut, mahasiswa memperoleh materi perkuliahan sekaligus kesempatan mengikuti course Cisco dan memperoleh Certificate of Completion. Kedua, dosen dapat menerapkan full adoption, yakni menggunakan materi dari kurikulum Cisco secara lebih menyeluruh dalam proses pembelajaran. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kurikulum program studi serta dikomunikasikan bersama ketua program studi dan tim kurikulum. “Bapak-Ibu tetap bisa menjalankan materi yang sudah Bapak-Ibu miliki, lalu menjalankan kurikulum dunia industrinya paralel dengan materi yang Bapak-Ibu ajarkan. Atau kalau misalkan mau bisa full, full adoption”, tuturnya.

    Adam, Ph.D., juga menekankan bahwa implementasi kurikulum Cisco tetap perlu dikoordinasikan dengan program studi agar pemanfaatannya selaras dengan struktur kurikulum yang telah ditetapkan. Salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah materi pembelajaran Cisco Networking Academy yang memiliki cakupan dan standar global. Peserta diperkenalkan dengan materi yang dapat diakses dan dipelajari oleh peserta didik dari berbagai negara. Hal ini memberikan nilai tambah bagi dosen karena materi Cisco dapat dimanfaatkan untuk memperkaya perspektif pembelajaran sekaligus memperkenalkan standar kompetensi global kepada mahasiswa.

    Sebagai bagian penting dari kegiatan, peserta diperkenalkan secara langsung pada mekanisme penggunaan Cisco Networking Academy. Pada tahap awal, peserta didaftarkan sebagai student pada platform Cisco Networking Academy. Peserta yang sebelumnya pernah terdaftar juga akan melalui proses penyelarasan data dan registrasi. Peserta yang baru memperoleh undangan perlu melakukan registrasi agar dapat mengakses kelas yang telah ditentukan. Setelah berhasil masuk, kelas yang diikuti dapat dilihat melalui menu My Learning.

    Setelah menyelesaikan course dan memenuhi tahapan yang ditentukan, peserta selanjutnya dapat diarahkan untuk memperoleh peran sebagai instructor. Sebagai student, peserta berfokus pada materi dan resources yang telah di-enroll, sedangkan sebagai instructor, peserta memperoleh akses yang lebih luas terhadap materi course dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung proses pengajaran.

    Dalam sesi pengenalan teknis, Ketua Divisi International Class & Training sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Angga Friyanto, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Cisco Networking Academy adalah tersedianya materi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar dengan standar yang sama dengan yang digunakan peserta didik di berbagai negara. “Materi yang diakses ini full 100 persen sama persis dengan apa yang orang atau siswa Amerika juga belajar Cisco. Ini materinya.”, jelas Angga

    Menurut Angga, kesamaan materi tersebut menjadi peluang penting bagi UNIKOM untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pembelajaran industri bagi mahasiswa. Tantangannya bukan hanya pada ketersediaan materi, tetapi bagaimana dosen dapat mengelola, mendalami, dan memberdayakan materi tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Ia menilai peran para instruktur menjadi penting dalam menyusun strategi agar materi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk mahasiswa maupun pengembangan kompetensi sivitas akademika.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, para dosen terlebih dahulu diarahkan untuk memastikan akun yang digunakan telah terdaftar pada sistem Cisco Networking Academy. Angga menjelaskan bahwa terdapat peserta yang sebelumnya telah memiliki akun dengan alamat email yang sama maupun akun yang terdaftar menggunakan alamat email berbeda. Bagi dosen yang sebelumnya telah menerima invitation, proses tidak berhenti pada menerima undangan. Peserta tetap perlu melakukan registrasi pada sistem agar dapat terdaftar dan memperoleh akses pembelajaran yang diperlukan.

    Platform Cisco juga memberikan informasi mengenai kebutuhan perangkat, kemampuan awal, jumlah modul, laboratorium, aktivitas interaktif, serta evaluasi yang harus diselesaikan peserta. Informasi tersebut dapat menjadi referensi dosen dalam menyusun maupun menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan pengembangan kurikulum agar capaian pembelajaran menjadi lebih terukur. Selain menyediakan materi pembelajaran, Cisco Networking Academy juga memungkinkan proses pembelajaran dipantau secara sistematis. Peserta diperkenalkan dengan struktur course yang mencakup ruang lingkup materi, urutan modul, target pembelajaran, dan kompetensi yang diharapkan. Setiap modul memiliki materi serta tujuan pembelajaran yang dapat menjadi acuan bagi dosen.

    Kemajuan pembelajaran peserta juga dapat dipantau melalui grade book. Dosen dapat melihat aktivitas yang telah diselesaikan, perolehan poin, serta bagian yang masih harus dikerjakan. Dengan mekanisme tersebut, proses pembelajaran berbasis Cisco menjadi lebih terukur karena peserta maupun dosen dapat mengetahui perkembangan penyelesaian course.

    Pada tahap awal kegiatan, peserta diperkenalkan pada beberapa course Cisco Networking Academy yang relevan dengan bidang teknologi informasi, antara lain Python, Linux, dan Cybersecurity. Untuk Python, tersedia beberapa course, termasuk Python Essentials 1, Python Essentials 2, dan Data Science. Pada bidang Linux tersedia Linux Essentials 1 dan Linux Essentials 2, sementara bidang Cyber Security juga memiliki sejumlah course yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

    Pemanfaatan Cisco Networking Academy juga tidak berhenti pada penggunaan materi untuk mahasiswa. Platform tersebut juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan kompetensinya sebagai instructor. Setelah memperoleh peran sebagai instructor, dosen dapat mengikuti program pengembangan kemampuan dan pelatihan instruktur yang disediakan secara berkala. Dengan pemanfaatan kurikulum industri Cisco secara lebih luas, UNIKOM berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi global dan kebutuhan industri, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan dunia profesional. (Direktorat Hms & Pro)