Tag: campus AI ready

  • Analisis Kesulitan Siswa dalam Literasi Numerik: Fokus pada Fungsi Linear dan Dimensi Alat

    Analisis Kesulitan Siswa dalam Literasi Numerik: Fokus pada Fungsi Linear dan Dimensi Alat

    Penulis: Sarah Inayah, Dirham D, Sufyani Prabawanto, Al Jupri, Selfa Septiani

    Abstrak

    Studi ini meneliti kesulitan siswa dalam literasi numerasi, dengan fokus khusus pada fungsi linear dan dimensi alat. Ini adalah penelitian studi kasus yang mengumpulkan informasi kualitatif yang relevan dari 34 siswa kelas sembilan yang telah mempelajari konsep fungsi linear. Berdasarkan analisis kesalahan siswa dalam menjawab pertanyaan numerasi pada bagian dimensi alat yang dapat diidentifikasi dalam topik fungsi linear, siswa mengalami kesulitan dalam menafsirkan fenomena matematika dengan berbagai representasi matematika; dan siswa mengalami kesulitan dalam melakukan translasi antar representasi matematika. Hal ini karena siswa mengalami kesulitan dalam mengelola tuntutan kognitif, pemahaman yang dangkal tentang prinsip-prinsip matematika, kompleksitas konsep, praktik pembelajaran yang tidak tepat, kesempatan praktik yang terbatas, dan kurangnya keakraban dengan alat-alat matematika. Dampak dari studi ini adalah sebagai langkah awal dalam merancang materi pembelajaran tentang materi fungsi linear yang membahas dan mengantisipasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan masalah numerik berdasarkan temuan empiris. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Studi kasus; Fungsi linear; Kemampuan berhitung; Kesulitan siswa; Dimensi alat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002420217

  • Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    BANDUNG, UNIKOM – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi meluncurkan Kabinet Jayantaka 2026 pada Senin, 8 Juni 2026, melalui kegiatan Grand Launching & Talkshow bertajuk “Jayantaka: New Face, New Movement 2026” dengan mengusung tema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membangun semangat kolaborasi, inovasi, dan partisipasi aktif mahasiswa di lingkungan akademik.

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026 menjadi langkah awal dalam memperkenalkan wajah baru kepengurusan HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM beserta semangat transformasi yang diusung melalui slogan “New Face, New Movement”. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya organisasi mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana Dimas Aryo Danendra, dilanjutkan sambutan Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si.

    Dalam sambutan pembukanya, Dekan FISIP UNIKOM Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta berpartisipasi aktif dalam ruang diskusi dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik. “Diam tidak akan menghasilkan perubahan. Justru perubahan dapat dimulai dari keberanian mahasiswa untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghadirkan solusi yang konstruktif” tuturnya. Lebih lanjut, Prof. Dewi menekankan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembangunan bangsa sekaligus agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong lahirnya generasi yang kritis, inovatif, dan bertanggung jawab melalui berbagai program yang berdampak positif.

    Di akhir sambutannya, Prof. Dewi juga mengapresiasi inisiatif Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan kepengurusan baru, tetapi juga membuka ruang diskusi yang edukatif. Prof. Dewi juga berharap HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM dapat terus mempertahankan semangat tersebut dan menjadi teladan bagi organisasi kemahasiswaan lainnya di lingkungan UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, seluruh jajaran struktural Kabinet Jayantaka 2026 diperkenalkan secara resmi, mulai dari jajaran Middle Management, Top Management, hingga Badan Pengurus Harian. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru yang akan mengemban amanah dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Selain memperkenalkan struktur kepengurusan, Ketua HIMA bersama Wakil Ketua HIMA juga memaparkan visi, misi, serta arah gerak Kabinet Jayantaka 2026 sebagai pedoman pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada pengembangan organisasi dan pemberdayaan mahasiswa.

    Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., dan Naufal Muhammad Abdul Rahim, dengan dipandu oleh moderator, Muhammad Yauma Akbar. Sesi talkshow menjadi ruang diskusi yang terbuka dan inspiratif untuk membahas tantangan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, berpartisipasi aktif di ruang kelas, serta membangun budaya akademik yang komunikatif dan inklusif.

    Pada forum diskusi, peserta diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan diri, berpikir kritis, dan menciptakan komunikasi dua arah yang sehat antara mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih aktif, transparan, kolaboratif, dan solutif sehingga partisipasi mahasiswa dalam proses akademik dapat terus meningkat. Melalui penyelenggaraan Grand Launching & Talkshow Jayantaka: New Face, New Movement 2026, HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya aktif dalam menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta penguatan budaya akademik yang partisipatif. Dengan semangat baru yang diusung, Kabinet Jayantaka 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Universitas Komputer Indonesia secara keseluruhan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Penulis: Muhammad Aria Rajasa Pohan, Jana Utama, Budi Herdiana

    Abstrak

    Kendaraan otonom (AV) menghadapi risiko keselamatan ketika pengemudi manusia berperilaku berbahaya di sekitar AV. Penelitian ini mengusulkan strategi perencanaan jalur untuk mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Metode ini mengintegrasikan teknik pemetaan dan perencanaan yang sadar ketidakpastian. Pemetaan menggunakan ruang waktu konfigurasi (CTS) yang sadar ketidakpastian. Dalam CTS, ukuran batas objek dinamis beradaptasi dengan ketidakpastian geraknya. Representasi ini dikombinasikan dengan algoritma perencanaan jalur RRT-PSO dan Templat Aturan Multi. Kami menamai algoritma ini perencana jalur sadar ketidakpastian (Uncertainty-Aware Path Planner/UAPP). Sistem ini diuji dalam empat skenario simulasi. Skenario tersebut mencakup pengemudi yang berperilaku berbahaya di sekitar AV. Hasil menunjukkan bahwa UAPP mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Analisis komparatif juga dilakukan. Kinerja UAPP dibandingkan dengan algoritma Fast RRT dan closed loop RRT (CL-RRT). Analisis statistik menunjukkan bahwa UAPP mencapai nilai p yang lebih rendah dalam sebagian besar kasus. Penelitian ini menunjukkan potensi strategi perencanaan jalur yang sadar akan ketidakpastian untuk kendaraan otonom. Penelitian ini berpotensi untuk mengembangkan sistem kendaraan otonom yang lebih aman. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kendaraan otonom; Mitigasi tabrakan; Templat aturan ganda; Perencanaan jalur; Pemetaan yang sadar akan ketidakpastian

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002429415

  • Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Penulis: Sopian Alviana, Muhamad Faishal Azizi, Dedeng Hirawan

    Abstrak

    Internet of Things (IoT) adalah teknologi transformatif yang memungkinkan perangkat keras untuk terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan komputer. Di antara protokol yang umum digunakan dalam IoT adalah Message Queue Telemetry Transport (MQTT). Meskipun MQTT menawarkan keuntungan transmisi data yang ringan, ia kurang mampu memastikan keamanan dan kerahasiaan data. Keterbatasan ini dapat diatasi melalui implementasi algoritma kriptografi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pada perangkat IoT dengan memanfaatkan pendekatan kriptografi gabungan yang mengintegrasikan Elliptic Curve Diffie Hellman (ECDH) dengan Advanced Encryption Standard (AES). Metodologi penelitian melibatkan beberapa tahapan utama: menganalisis dan menentukan persyaratan sistem, merancang model keamanan, dan melakukan pengujian kinerja. Keberhasilan dievaluasi berdasarkan parameter seperti penggunaan memori dan prosesor. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa integrasi ECDH dan AES secara efektif mengamankan data pada perangkat IoT, dengan penggunaan memori tercatat sebesar 8,69% dan pemanfaatan prosesor sebesar 21,3%. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    AES; ECDH; Internet of Things; MQTT; Keamanan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002311862 

  • Kolaborasi Menuju Jepang: UNIKOM dan Garuda Sunrise Buka Jalan Magang, Kerja, dan Pengembangan Kompetensi Global

    Kolaborasi Menuju Jepang: UNIKOM dan Garuda Sunrise Buka Jalan Magang, Kerja, dan Pengembangan Kompetensi Global

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kegiatan Penjajakan Kerja Sama bersama Garuda Sunrise Co., Ltd Jepang yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Grand Meeting Lantai 15 Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional.

    Perusahaan Garuda Sunrise (atau Garuda Sunrise Co., Ltd) sendiri merupakan perusahaan asal Kyoto, Jepang, yang bergerak di bidang layanan pariwisata dan pendidikan bahasa Jepang. Perusahaan tersebut berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Jepang, baik untuk urusan wisata, pertukaran budaya, maupun peluang kerja.

    Direktur Perwakilan Garuda Sunrise Co., Ltd, Akira Watanabe, hadir didampingi jajaran staf perusahaan. Kehadiran rombongan disambut jajaran pimpinan UNIKOM, anatar lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Assoc. Prof. Dr. Soni Mulyawan Setiana, S.Pd, M.Pd, CIRR., Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Pitri Haryanti, S.Pd., M.Pd. Wakil Direktur International Affairs & Cooperation, Assoc. Prof. Dr. Salmon Priaji Martana, S.T., M.T.. beserta para dosen di lingkungan Program Studi Sastra Jepang UNIKOM.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Garuda Sunrise Co., Ltd, sekaligus menyambut baik peluang kerja sama yang akan dibangun. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa maupun alumni UNIKOM untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman di tingkat internasional. “Pada kesempatan ini kami membahas berbagai peluang kerja sama, di antaranya kesempatan bagi mahasiswa UNIKOM untuk bekerja, mengikuti program magang, maupun belajar bahasa Jepang. Kesempatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Sastra Jepang saja, tetapi juga terbuka bagi seluruh mahasiswa UNIKOM yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat memfasilitasi para alumni untuk berkarier di Jepang. Harapan kami, putra-putri UNIKOM dapat terus menambah ilmu dan pengalaman sehingga mampu memperkuat daya saing di tingkat global. UNIKOM tentu akan selalu memberikan dukungan penuh terhadap program-program tersebut”, ungkap Prof. Umi.

    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., berharap kerja sama yang dijajaki bersama Garuda Sunrise Co. Ltd, dapat segera diwujudkan dalam bentuk kemitraan resmi. Ia menilai kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar, baik bagi dosen, mahasiswa, maupun lulusan UNIKOM yang ingin mengembangkan karir di Jepang. “Saya berharap UNIKOM dapat menjadi bagian dari Garuda Sunrise Jepang, baik melalui keterlibatan dosen maupun lulusan mahasiswa yang nantinya akan berkarier di Jepang. Semoga pertemuan ini dapat terus berlanjut dan segera diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beserta implementasi program-program kerja sama yang nyata”, demikian pungkasnya.

    Sementara itu, Direktur Perwakilan Garuda Sunrise Co. Ltd, Akira Watanabe, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UNIKOM. Ia berharap penjajakan kerja sama tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan agar memiliki daya saing global serta peluang berkarier di Jepang.

    Agenda utama kegiatan diisi dengan sesi benchmarking dan diskusi interaktif yang membahas berbagai peluang kerja sama antara UNIKOM dan Garuda Sunrise Co., Ltd Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengangkat berbagai potensi kolaborasi, mulai dari pengembangan program internasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga implementasi program yang selaras dengan kebutuhan industri dan dunia kerja global.

    Melalui kegiatan penjajakan kerja sama tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring kemitraan internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global. Sinergi bersama Garuda Sunrise Co., Ltd diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan alumni, sekaligus mendukung terwujudnya lulusan UNIKOM yang unggul, berdaya saing, dan siap berkiprah di kancah internasional. (Direktorat Hms dan Pro)

  • Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Penulis: Yongki Alexander Tanne, Nauval Pramesta Nugroho, Keisya Nairazzahra Abduloh, Gischa Sandrina Aulia

    Abstrak

    Kemajuan teknologi di era industri 4.0 telah secara signifikan meningkatkan pentingnya teknologi Digital Twin. Berbagai industri, seperti manufaktur, kesehatan, pertanian, otomotif, dan lainnya, telah mulai merasakan manfaat Digital Twin dalam konteks simulasi dan pengambilan keputusan, termasuk industri konstruksi secara global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai status terkini pengembangan Digital Twin di Indonesia dari perspektif pemangku kepentingan, dengan fokus pada tingkat pemahaman, potensi, dan tantangan implementasinya. Melalui survei terhadap 99 responden yang mewakili pemangku kepentingan konstruksi dari berbagai wilayah di Indonesia, penelitian ini mengungkapkan bahwa teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan. Hal ini terlihat dari tingkat pemahaman definisi dan manfaatnya, yang hanya mencapai 16,2% dan 22,2%, masing-masing. Mengenai potensi, sebagian besar responden percaya bahwa Digital Twin dapat mengatasi tantangan konstruksi seperti efisiensi, simulasi, dan dukungan pengambilan keputusan (95%). Mengenai tantangan, pendapat responden umumnya terbagi dalam kategori seperti sumber daya manusia (40,7%), infrastruktur (29,1%), biaya (12,8%), sosialisasi (12,8%), regulasi (3,5%), dan keamanan data (1,2%). Penelitian ini diharapkan dapat mendorong studi lebih lanjut oleh para peneliti dan pemangku kepentingan tentang penerapan teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Integrasi BIM; Industri konstruksi; Digital twin; Analisis prediktif dalam konstruksi; Survei

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002299137

  • Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Penulis: Hendrik Pandu Paksi, Sa’dun Akbar, A. Rosyid Al Atok, Ari Sapto, Zaenal Abidin, Zainal Arifin Hasibuan, Amadhila Elina Penehafo

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen refleksi berbasis teknologi yang independen untuk mendeteksi kekuatan karakter religius, membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karakter mereka sekaligus membantu guru dalam memilih program penguatan karakter religius yang sesuai berdasarkan kondisi siswa. Kami menggunakan model Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi karena memberikan pendekatan terstruktur untuk desain pembelajaran, memastikan pengembangan dan evaluasi yang sistematis. Hasil menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat validitas yang baik karena evaluasi ahli mengkonfirmasi keakuratannya. Penilaian validitas konstruk dan isi menunjukkan bahwa instrumen tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan. Setelah validasi, uji coba terbatas dilakukan dengan siswa, menunjukkan efektivitas yang tinggi. Instrumen ini juga dianggap praktis, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan kuesioner siswa. Selain itu, wawancara dengan guru mengkonfirmasi kemudahan implementasinya dalam pembelajaran karena instrumen ini dirancang dengan prosedur yang mudah digunakan. Temuan ini diperoleh karena instrumen tersebut menjalani pengembangan sistematis, memasukkan revisi berdasarkan umpan balik ahli, dan diujicobakan untuk menilai efektivitas dan kepraktisannya. Penelitian ini berdampak pada siswa dengan memungkinkan mereka untuk menilai kekuatan karakter religius mereka sekaligus memberikan data berharga kepada guru untuk merancang program pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan siswa. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Sekolah dasar; Karakter religius; Instrumen refleksi diri; Serinteron; Siswa

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002300534

  • Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Penulis: Rifqi Fahrudin, Marsani Asfi, Sudadi Pranata, Chandra Lukita, Eddy Soeryanto Soegoto, Irfan Dwiguna Sumitra

    Abstrak

    Dalam dunia digital yang serba cepat saat ini, platform digital membentuk interaksi komersial, pendidikan, dan sosial. Meningkatnya persaingan dalam pengembangan platform digital menuntut inovasi berkelanjutan dan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi proses pemikiran desain ke dalam desain platform digital, meneliti bagaimana setiap tahap metodologi ini dapat diadaptasi untuk mengatasi tantangan utama seperti kolaborasi multi-pemangku kepentingan dan kompleksitas teknologi. Melalui beberapa studi kasus pengembang platform digital, penelitian kualitatif ini menyelidiki bagaimana Pemikiran Desain mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini berpuncak pada kerangka kerja praktis yang dirancang untuk membantu pengembang mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkuat keunggulan kompetitif mereka di pasar. Selain itu, temuan ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menyempurnakan penerapan pemikiran desain di lingkungan digital dan menyoroti jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks terkait. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran desain; Platform digital; Eksplorasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001496046

  • Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Penulis: Shelly Morin, Didi Suryadi, Sufyani Prabawanto, Dedi Sulistiyo

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana siswa berpikir ketika menyelesaikan soal matematika tidak terstruktur. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif yang melibatkan siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal matematika tidak terstruktur berupa materi geometri, observasi, dan wawancara mendalam. Selanjutnya, setelah siswa menyelesaikan soal; untuk lebih menggambarkan jawaban siswa, wawancara mendalam dilakukan untuk mengeksplorasi dan menggali informasi lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa masalah ditemukan: kompleksitas soal yang diberikan kepada siswa menjadi tantangan dalam menyelesaikan soal geometri tidak terstruktur, siswa mengalami kesulitan menafsirkan soal karena keterbatasan pengetahuan sebelumnya, terutama mengenai materi geometri, dan soal yang diberikan membutuhkan kreativitas dalam menemukan solusi. Kendala siswa terletak pada kurangnya pengetahuan sebelumnya, terutama materi geometri, dan kreativitas untuk menemukan dan menetapkan strategi untuk membangun solusi sesuai dengan pengetahuan mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap proses berpikir siswa ketika membangun solusi berdasarkan pengetahuan sebelumnya untuk mengidentifikasi kesulitan belajar secara lebih mendalam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberagaman cara berpikir siswa memberikan peluang pemecahan masalah yang berbeda. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Geometri; Sekolah menengah pertama; Matematika yang tidak terstruktur; Siswa; Cara berpikir

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002415768

  • Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Brandon Nathanael Meliala, Senny Luckyardi, Bobi Kurniawan

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi peran ilmu komputer dalam memajukan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seiring dengan pesatnya urbanisasi, tantangan lingkungan, dan ketahanan terhadap bencana di negara ini, teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI), big data, Internet of Things (IoT), dan blockchain menghadirkan solusi inovatif. Penelitian ini mengkaji studi-studi yang menggunakan tinjauan pustaka sistematis dari lima tahun terakhir yang berfokus pada penerapan ilmu komputer dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Peneitian ini menyoroti kontribusi yang selaras dengan SDGs PBB melalui proses terstruktur dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan yang relevan. Temuan utama mengungkapkan potensi jaringan pintar bertenaga AI, pemantauan lingkungan berbasis IoT, dan analitik prediktif untuk manajemen bencana. Namun, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, risiko keamanan siber, dan kesenjangan regulasi tetap menjadi hambatan signifikan bagi adopsi. Penelitian ini menekankan perlunya investasi yang lebih signifikan, kebijakan yang lebih kuat, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi teknologi. Dengan menggabungkan ilmu komputer dengan strategi keberlanjutan, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat perlindungan lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan dan wawasan untuk studi masa depan, yang menganjurkan pendekatan berbasis teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kecerdasan buatan (AI); Penelitian komputer; Infrastruktur digital; Internet of Things; Tujuan pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001481965