Tag: Budaya Jepang

  • Kolaborasi UNIKOM dengan ASJI Gelar International Symposium 2025 dan Seminar on Japanese Studies in Indonesia: Perkuat Digitalisasi Hubungan antarnegara Indonesia – Jepang

    Kolaborasi UNIKOM dengan ASJI Gelar International Symposium 2025 dan Seminar on Japanese Studies in Indonesia: Perkuat Digitalisasi Hubungan antarnegara Indonesia – Jepang

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam memperkuat hubungan sosial dan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Jepang, Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) berkolaborasi dengan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNIKOM dan Program Studi Sastra Jepang UNIKOM menyelenggarakan International Symposium 2025 & Seminar on Japanese Studies in Indonesia yang mengangkat tema “The Era of Digitalization in Japan and Indonesia: Opportunities and Challenges for Social Relations and Friendship between the Two Nations”. Bertempat di  Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan yang digelar selama dua hari, pada 28-29 November 2025, tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti nasional serta internasional untuk membahas peluang dan tantangan digitalisasi saat ini.

    Ketua Program Studi Sastra Jepang UNIKOM, sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Pitri Haryanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya International Symposium ASJI 2025 & Seminar on Japanese Studies in Indonesia, serta berterima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah hadir dan berkontribusi dalam memperkaya diskursus akademik di bidang Kajian Jepang. Ia mengapresiasi ASJI atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIKOM sebagai tuan rumah, dan menegaskan bahwa tema yang diangkat, “The Era of Digitalization in Japan and Indonesia: Opportunities and Challenges for Social Relations and Friendship Between the Two Nations”, sangat relevan dalam menjawab tantangan transformasi digital yang memengaruhi hubungan sosial, budaya, dan kolaborasi kedua negara.

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh, Director of the Japan Foundation, Mr. Inami Kazumi. Ia memberikan apresiasi kepada ASJI dan UNIKOM atas penyelenggaraan kegiatan simposium internasional tersebut, serta kepada seluruh keynote speaker, panelis, dan peserta yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan pengembangan kajian Jepang. Mr. Inami juga menegaskan bahwa kontribusi para akademisi dan peneliti dalam forum tersebut memiliki peran penting dalam membentuk masa depan hubungan Indonesia dan Jepang, terlebih ketika kedua negara kini memasuki era digital yang membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Mengakhiri sambutannya, Mr. Inami Kazumi mendorong seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam setiap sesi diskusi guna memperkuat ikatan persahabatan dan saling pengertian antar masyarakat kedua negara, demi generasi yang akan datang.

    Sementara itu, Ketua Umum ASJI, Julian Aldrin Pasha, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan khususnya UNIKOM yang telah mendukung terselenggaranya simposium tersebut, “saya berharap kegiatan ilmiah seperti ini dapat terus berlanjut sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas Kajian Jepang di Indonesia. ASJI senantiasa berupaya mengkoordinasikan dan mengkolaborasikan berbagai kepentingan kajian Jepang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Di tengah era digitalisasi dan perkembangan teknologi yang terus bergulir, termasuk kehadiran artificial intelligence, sudah sepatutnya kita menjadikannya peluang untuk semakin memperkuat hubungan akademik dan sosial kedua negara,” demikian pungkasnya.

    Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., dalam kapasitasnya mewakili Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan,  “kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi berbagai pihak dalam berbagi pengetahuan, terutama di tengah era digitalisasi yang terus mempengaruhi pendidikan, komunikasi, industri, dan interaksi manusia”. Lebih lanjut, ia berharap forum tersebut menjadi ruang pertukaran ide, riset, dan wawasan strategis untuk memperkuat hubungan akademik dan sosial antara Indonesia dan Jepang.

    10 narasumber dihadirkan dalam simposium tersebut, yang berasal dari Jepang, Malaysia, Thailand, Bangladesh, dan Indonesia, antara lain, Prof. Sonoda Shigeto (The University of Tokyo, Jepang), Prof. Dr. Datuk Dr. Khairuddin Ab. Hamid (Universiti Teknologi Sarawak, Malaysia), Dr. Eng. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng., IPM., (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Assoc.Prof Samoekan Sophanhiranrak, Ph.D Thammasat (University, Thailand), Assoc. Prof. Dr. Iris Haukamp Tokyo (University of Foreign Studies, Japan) dan Hanhan Maulana, Ph.D., (UNIKOM, Indonesia). Para narasumber memaparkan topik mengenai dinamika budaya Jepang, transformasi digital dalam masyarakat global, diplomasi budaya, hingga peluang kolaborasi riset masa depan. Diskusi ilmiah berlangsung antusias dan melahirkan gagasan baru dalam mengembangkan riset Kajian Jepang di Indonesia.

    Penutupan simposium ditandai dengan sesi presentasi paralel yang digelar selama dua hari dan diikuti oleh para peneliti, akademisi dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi termasuk UNIKOM. Melalui kegiatan tersebut, ASJI dan UNIKOM berharap jejaring akademik antarnegara semakin kuat dan sebagai tindak lanjut akan terus membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran ilmiah, dan kerja sama pendidikan pada masa mendatang. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Gelar Kuliah Tamu Bertajuk “Communicating Across Cultures: What We Can Learn From Japan”

    Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Gelar Kuliah Tamu Bertajuk “Communicating Across Cultures: What We Can Learn From Japan”

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 16 Juli 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menggelar kuliah tamu inspiratif bertajuk “Communicating Across Cultures: What We Can Learn from Japan” di ruang L.018 Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Antarbudaya yang diampu oleh Tine Agustin Wulandari, M.I.Kom. Hadir selaku narasumber Erica Matano, B.A., yang merupakan relawan JICA (Japan International Cooperation Agency), serta turut hadir para dosen prodi Ilmu Komunikasi di lingkungan UNIKOM.

    Dr. Manap Solihat, Drs., M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu KomunikasI dalam sambutannya menyampaikan, “sebagai bagian dari mata kuliah Komunikasi Antarbudaya, kegiatan ini sangat relevan karena mahasiswa dapat mempelajari budaya Jepang yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi nilai-nilai budayanya” tuturnya. Dr. Manap berharap, bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi bekal awal bagi siapa pun yang kelak berkesempatan studi atau bekerja di Jepang.

    Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si. Pada sambutan pembukanya, ia menyatakan, “kegiatan ini menjadi momen yang membanggakan bagi kita semua karena kita kedatangan seorang expert dari JICA, Jepang, yakni Miss Erika, yang dalam beberapa waktu ke depan akan melakukan kegiatan bersama UNIKOM, dan ini merupakan kesempatan berharga bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, terutama Program Studi Ilmu Komunikasi untuk bisa menambah wawasan mengenai budaya luar, khusunya Jepang”, demikian pungkasnya.

    Dalam paparannya, Erica Matano menjelaskan materi tentang nilai-nilai budaya Jepang yang memengaruhi cara individu di dalam berkomunikasi, bekerja, dan bersosialisasi. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dipandu Tine Agustin Wulandari, M.I.Kom. selaku moderator, mahasiswa diajak memahami konsep-konsep penting seperti: 1). “Wa” (Harmoni) dalam dinamika kelompok Jepang. 2). “Omotenashi” (Hospitalitas tulus) yang meresap dalam komunikasi layanan publik dan sehari-hari. 3). “Kuuki wo Yomu” (Membaca situasi) yang menekankan pentingnya komunikasi nonverbal dan isyarat tidak langsung. 4). Etika sopan santun, termasuk bahasa tubuh seperti membungkuk dan penggunaan keigo (bahasa hormat).

    Melalui kegiatan Kuliah Tamu tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan tentang nilai-nilai budaya Jepang, tetapi juga dibekali kompetensi komunikasi antarbudaya yang sangat relevan untuk menghadapi dunia kerja global. Kegiatan Kuliah Tamu juga merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang terus dikembangkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM, dalam upaya meningkatkan kualitas layanannya. (Direktorat Hms & Pro)