Tag: Apriani Puti Purfini

  • Kajian MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM Dorong Implementasi Nilai Islam Dalam Kehidupan: “Islam Tapi Tidak Islam”

    Kajian MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM Dorong Implementasi Nilai Islam Dalam Kehidupan: “Islam Tapi Tidak Islam”

    BANDUNG, UNIKOM — Nilai-nilai Islam tidak hanya tercermin melalui pelaksanaan ritual ibadah, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang menjunjung kejujuran, amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, dan toleransi. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Kajian Majelis Ta’lim (MT) Ashfiyatun Nisa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang menghadirkan Ustadz Yayat Ruhiyat sebagai pemateri yang digelar pada Jumat, 18 September 2026.

    Kajian yang berlangsung secara online tersebut mengangkat tema “Islam Tapi Tidak Islam” dan turut dihadiri oleh para anggota MT Ashfiyatun Nisa dan sivitas akademika UNIKOM. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus refleksi bagi sivitas akademika UNIKOM, khususnya anggota MT Ashfiyatun Nisa, untuk memahami bagaimana nilai-nilai ajaran Islam dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qori Ibu Lasmanah dengan saritilawah Ibu Tyas. Ayat yang dibacakan Q.S. Ali ‘Imran ayat 18–19, yang berbunyi “Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha perkasa, Maha bijaksana (18).  Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (19)”

    Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti yang dipandu oleh moderator yaitu Ketua Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T. Dalam pemaparannya, Ustadz Yayat Ruhiyat mengajak peserta untuk merefleksikan perbedaan antara “Islam” sebagai identitas keagamaan dengan “islami” sebagai nilai yang diwujudkan melalui perilaku.

    Menurutnya, seseorang dapat beragama Islam, tetapi nilai-nilai Islam belum tentu sepenuhnya tercermin dalam perilakunya. Ia kemudian mengangkat kisah diskusi antara filsuf Prancis Ernest Renan dan Muhammad Abduh, ulama besar asal Mesir, sebagai ilustrasi mengenai tantangan untuk membuktikan nilai-nilai Islam melalui kehidupan nyata. “Ada orang yang Islam, tapi belum tentu islami” tutur  Ustadz Yayat dalam kajiannya.

    Ustadz Yayat menjelaskan bahwa kehebatan ajaran Islam tidak hanya dapat dilihat dari aspek simbolik maupun ritual keagamaan. Berbagai bentuk ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ta’lim, umrah, maupun ibadah haji merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan pula ke dalam perilaku sosial dan kehidupan sehari-hari.

    Ustadz Yayat selanjutnya membahas sebuah penelitian yang kerap dikaitkan dengan George Washington University mengenai tingkat “keislamian” suatu negara berdasarkan indikator nilai-nilai sosial. Dalam kajian tersebut, ia menyampaikan tujuh indikator yang digunakan sebagai barometer, yakni kejujuran, amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, dan toleransi. “Jadi ada tujuh item yang menjadi barometer untuk melihat apakah seseorang, suatu komunitas, rumah tangga, atau sebuah negara mencerminkan nilai-nilai islami”, jelasnya.

    Pembahasan tersebut mengarahkan peserta pada pemahaman bahwa keberagamaan tidak semestinya berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga perlu melahirkan karakter dan tindakan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai kejujuran, amanah, adil, menjaga kebersihan, menghargai waktu, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menghormati perbedaan menjadi bagian dari implementasi nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

    Di sesi akhir kajian, Ustadz Yayat menekankan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri. Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu orang lain untuk terlebih dahulu melakukan kebaikan. Implementasi nilai-nilai Islam justru dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dari tindakan pribadi. “Beginning at ourself. Kita mulai dari kita, mulai dari diri kita. Jangan pernah berharap menunggu orang lain untuk melakukan, sementara kita tidak mau melakukannya”, tegasnya. Melalui kajian tersebut, MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM tidak hanya menghadirkan ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong refleksi mengenai bagaimana ajaran Islam dapat hadir dalam karakter, etika, dan perilaku sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat luas.(Direktorat Hms & Pro)

  • Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa Unikom Gelar Tabligh Akbar: Bangun Karakter di Era Digital Kepedulian untuk Gaza

    Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa Unikom Gelar Tabligh Akbar: Bangun Karakter di Era Digital Kepedulian untuk Gaza

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial dan spiritual, Majelis Ta’lim (MT) Ashfiyatun Nisa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Tabligh Akbar pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Auditorium Miracle UNIKOM Lantai 4, Gedung Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kajian rutin MT Ashfiyatun Nisa yang secara berkala diselenggarakan sebagai sarana pembinaan agama Islam bagi masyarakat khusunya bagi sivitas akademika UNIKOM. Tabligh Akbar kali ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya Syekh Abdullah Jaber sebagai penceramah utama. Antusiasme jamaah terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang tidak hanya berasal dari kalangan sivitas akademika UNIKOM, tetapi juga dari berbagai majelis taklim di wilayah Bandung Raya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan panitia MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM serta perwakilan dari Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIKOM.

    Kehadiran Syekh Abdullah Jaber memberikan kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern. Partisipasi berbagai elemen masyarakat dan sivitas akademika dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah yang kuat, sekaligus menjadi wadah yang edukatif dan inspiratif untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperluas jaringan silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

    Mengusung tema “Menata Hati, Mengukir Prestasi, Meraih Ridho Ilahi di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan menjadi wadah bagi umat Islam untuk menuntut ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi. Tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap tantangan kehidupan di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang kerap mempengaruhi fokus serta kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Melalui tausiyah yang disampaikan, para peserta diajak untuk senantiasa menjaga keteguhan hati, memperkuat keimanan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan setiap individu mampu meraih prestasi yang optimal tanpa mengabaikan tujuan utama kehidupan, yaitu memperoleh ridho Allah SWT.

    Selain penyampaian tausiyah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda positif. Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan global, panitia menyelenggarakan penggalangan dana (shadaqah) yang diperuntukkan bagi masyarakat Gaza. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas dan empati peserta terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang sulit. Rangkaian kegiatan juga semakin menarik dengan adanya sesi pengenalan UNIKOM kepada masyarakat serta pembagian doorprize kepada para peserta.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian program pembinaan keislaman yang secara konsisten dilaksanakan oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM. Menurutnya, Tabligh Akbar kali ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai majelis ta’lim di wilayah Bandung Raya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa “pada kesempatan ini kami mengundang dan bekerja sama dengan Ustadz Syekh Abdullah Jaber dari Madinah, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai majelis ta’lim yang berada di Bandung Raya, mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kota Bandung. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, membawa keberkahan, menambah wawasan keislaman, serta menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar majelis ta’lim di lingkungan Jawa Barat”, ungkapnya.

    Sementara itu, Dewan Pembina Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan Tabligh Akbar merupakan salah satu wujud nyata komitmen UNIKOM dalam membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. “Program ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM. Selain Tabligh Akbar, kami juga secara rutin menyelenggarakan kajian-kajian keislaman yang membahas berbagai aspek kehidupan, baik yang berkaitan dengan persoalan duniawi maupun persiapan menuju kehidupan akhirat”, ungkap Prof. Dewi.

    Selain itu, Prof. Dewi menyampaikan bahwa keberadaan Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa menjadi bukti bahwa UNIKOM tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan akhlakul karimah seluruh sivitas akademika. “Hal ini membuktikan bahwa Universitas Komputer Indonesia tidak hanya peduli pada pengembangan keilmuan dan teknologi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan pembentukan akhlakul karimah bagi seluruh sivitas akademika. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada hari ini saja, melainkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang dan berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dan istiqamah, kami berharap Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa dapat terus memberikan kontribusi positif dalam menyempurnakan peran dan keberadaan UNIKOM di tengah masyarakat”, demikian pungkasnya.

    Penyelenggaraan Tabligh Akbar MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, memperluas jaringan silaturahmi, maupun memperkuat karakter spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM dalam mendukung pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (Direktorat Hms & Pro)

  • Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Bakti Sosial: Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

    Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Bakti Sosial: Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

    BANDUNG, UNIKOM – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Pada Sabtu, 7 Maret 2026, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM yang berada di bawah binaan Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan sekitar kampus UNIKOM, Dipatiukur, Kota Bandung.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tausiah keagamaan, serta penyerahan santunan kepada para penerima manfaat yang berasal dari wilayah RW. 13 Kelurahan Lebak Gede, Kota Bandung.

    Ketua Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan program sosial yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM dengan melibatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan UNIKOM. “Alhamdulillahirrahmanirrahim, pada hari ini kami dapat menyelenggarakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Persiapan kegiatan ini kami lakukan selama dua minggu. Ini merupakan kegiatan santunan pertama dari Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM, yang difokuskan bagi masyarakat di sekitar kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan terdekat. mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang serta dapat memperluas jangkauan kegiatan sosial hingga ke wilayah yang lebih luas”, tutur Apriani.

    Dalam kesempatan tersebut, Apriani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, antara lain, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan penasihat MT Dra. Hj. Ani Astuti, S.E., serta para dosen, karyawan, dan sivitas akademika UNIKOM yang turut berpartisipasi sebagai donatur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, mulai dari Bapak Rektor, Ibu Rektor, Dra. Hj. Ani Astuti, S.E., serta seluruh sivitas akademika UNIKOM yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan memberikan manfaat bagi kita semua”, tambahnya.

    Sementara itu, Ketua RW. 13 Dipatiukur, Mohamad Riza Setiaji, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi yang diinisiasi oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayahnya, khususnya bagi anak yatim dan kaum dhuafa. “Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan berbagi dari Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM. Alhamdulillah acara yang berisi pembagian santunan dan ceramah ini berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan manfaat bagi anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah RW. 13”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, tetapi juga dapat dikembangkan pada berbagai momentum lainnya sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan masyarakat. “Kami berharap ke depan kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, tetapi juga dapat dilaksanakan pada momen-momen lainnya sehingga kerja sama antara masyarakat dan UNIKOM dapat semakin luas dan memberikan manfaat yang lebih besar”, pungkasnya.

    Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM menegaskan komitmennya dengan terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi wujud nyata peran UNIKOM tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. (Direktorat Hms & Pro)