Tag: Adam Mukharil Bachtiar

  • UNIKOM Dorong Transformasi Perguruan Tinggi Melalui AI LEARNING LAB: Eksplorasi Agentic AI Bersama Google Cloud, Data Script, dan APTISI JABAR

    UNIKOM Dorong Transformasi Perguruan Tinggi Melalui AI LEARNING LAB: Eksplorasi Agentic AI Bersama Google Cloud, Data Script, dan APTISI JABAR

    BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 10 Juni 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan “AI Learning Lab: Transformasi Agentic AI”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan para akademisi, pimpinan perguruan tinggi, praktisi teknologi, serta mitra industri untuk bersama-sama mengeksplorasi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penerapannya dalam transformasi pendidikan tinggi. Acara yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara UNIKOM, APTISI Jawa Barat, Google Cloud, Google for Education, Ingram Micro Indonesia, dan Datascrip Turbo Edu ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman perguruan tinggi mengenai teknologi Agentic AI, yaitu generasi terbaru kecerdasan buatan yang tidak hanya mampu menghasilkan informasi, tetapi juga dapat melakukan penalaran, pengambilan keputusan, serta menjalankan berbagai tugas secara mandiri berdasarkan tujuan yang diberikan.

    Turut hadir sejumlah tokoh penting dari dunia pendidikan dan industri teknologi, di antaranya perwakilan APTISI Jawa Barat, jajaran pimpinan UNIKOM, para pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam APTISI Jawa Barat, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Jawa Barat. Selain itu, hadir pula perwakilan mitra industri teknologi, yaitu Google Cloud, Google for Education, Ingram Micro Indonesia, dan Datascrip Turbo Edu, termasuk Product Manager Google Cloud Ingram Micro Indonesia, Google Solutions Specialist Datascrip Turbo Edu, Education Lead Google Cloud Indonesia, serta Program Manager Google for Education.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutan pembukanya menegaskan komitmen UNIKOM dalam mendukung transformasi digital dan pemanfaatan teknologi AI di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi mitra strategis yang dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, pengelolaan institusi, serta pengembangan inovasi berbasis teknologi.

    Prof. Umi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI berlangsung sangat cepat dan akan terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang semakin canggih. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. “Teknologi akan terus berkembang dan menjadi semakin canggih. Namun, masa depan tetap membutuhkan manusia yang memiliki etika, integritas, empati, serta kemampuan berpikir kritis. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi”, demikian tuturnya.

    Lebih lanjut, Prof. Umi mengajak seluruh perguruan tinggi untuk memanfaatkan AI secara bijaksana sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, transformasi digital yang sukses tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam beradaptasi terhadap perubahan.

    Pada kesempatan yang sama, Indira Bagus Sugiharto, selaku Product Manager Google Cloud Ingram Micro Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada UNIKOM dan seluruh mitra yang telah menghadirkan forum pembelajaran mengenai transformasi AI bagi dunia pendidikan. Menurut Indira, perkembangan AI saat ini berlangsung sangat cepat sehingga institusi pendidikan perlu terus meningkatkan kapasitas dan pemahamannya agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Ia menegaskan bahwa AI tidak perlu dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang dapat membantu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pengelolaan institusi pendidikan. “Teknologi akan terus berkembang setiap saat. Yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkannya untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing secara global. AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk membantu manusia bekerja lebih efektif dan produktif”, ungkapnya.

    Indira juga mengapresiasi langkah UNIKOM yang secara konsisten menghadirkan berbagai program transformasi digital dan pengembangan kompetensi berbasis teknologi bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam mempersiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi era digital.

    Selain itu, Edwin Wijaya, Google Solutions Specialist Datascrip Turbo Edu, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh teknologi AI. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi terbaru, tetapi juga menyangkut kemampuan manusia untuk beradaptasi dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

    Edwin juga menambahkan bahwa, AI memiliki potensi besar untuk membantu institusi pendidikan menciptakan proses pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan inovatif. Namun demikian, keberhasilan implementasi AI tetap memerlukan dukungan nilai-nilai etika, integritas, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi. “Perkembangan teknologi memang tidak dapat dihentikan. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat”, jelas Edwin. Ia juga berharap sinergi antara Google, Datascrip Turbo Edu, Ingram Micro Indonesia, APTISI Jawa Barat, dan UNIKOM dapat terus berlanjut dalam menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas yang mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

    Peserta mendapatkan berbagai pemaparan mengenai implementasi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Pemaparan berbagai materi yang telah disampaikan oleh narasumber di antaranya: Pandu Satrio Nugroho, Program Manager Google for Education, yang memaparkan topik “AI Learning Lab dan Google Reference University Program”. Sementara itu, Sugiyanto Yoannatan Widjaja, Education Lead Google Cloud Indonesia, menyampaikan presentasi bertajuk “Gemini Enterprise for Education & Google Career Launchpad Program”.

    Pada kesempatan tersebut Koordinator Tim EduPlus UNIKOM sekaligus Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan “AI Learning Lab: Transformasi Agentic AI”. Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap era baru yang tengah berlangsung, di mana perkembangan kecerdasan buatan memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

    Adam, Ph.D juga menjelaskan bahwa AI telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi pendidikan modern. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan literasi digital, kompetensi teknologi, serta membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Saat ini kita telah memasuki sebuah era baru yang memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tentunya Bapak dan Ibu sudah sangat familiar dengan istilah Artificial Intelligence atau AI. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi”, ungkapnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi AI Learning Center UNIKOM yang berada di area lobi Smart Building UNIKOM. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UNIKOM dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran berbasis teknologi mutakhir yang mendukung pengembangan kompetensi digital mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.

    Melalui penyelenggaraan AI Learning Lab: Transformasi Agentic AI, UNIKOM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong inovasi dan adaptasi teknologi di era kecerdasan buatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri teknologi, sekaligus mempercepat transformasi perguruan tinggi menuju ekosistem pendidikan yang lebih cerdas, adaptif, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Terima Kunjungan Benchmarking STTKD Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

    UNIKOM Terima Kunjungan Benchmarking STTKD Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 21 Mei 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Bertempat di Grand Meeting Room Lantai 15 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta memperkuat sinergi dalam pengelolaan perguruan tinggi swasta yang unggul dan berdaya saing. UNIKOM dipilih sebagai tujuan kunjungan karena dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Indonesia, dengan capaian Akreditasi Unggul, berbagai prestasi akademik dan non akademik, serta komitmen yang kuat dalam pengembangan teknologi dan inovasi pendidikan.

    Rombongan STTKD Yogyakarta dipimpin langsung oleh Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., bersama jajaran pimpinan, anggota senat, dan unit penjaminan mutu. Kehadiran rombongan disambut oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., didampingi Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D.

    Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., dalam sambutan pembukanya menyambut baik inisiatif STTKD Yogyakarta yang ingin berkolaborasi dengan UNIKOM.  Assoc. Prof. Dr. Agus juga menyampaikan bahwa UNIKOM dan STTKD memiliki semangat yang sama sebagai perguruan tinggi swasta yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan benchmarking tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua institusi.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Agus menjelaskan capaian Akreditasi Unggul yang diraih UNIKOM merupakan hasil dari proses panjang yang dilandasi komitmen, kerja keras, serta sinergi seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.  Assoc. Prof. Dr. Agus juga menyebut, bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui berbagai persiapan dan upaya strategis yang dilakukan secara konsisten.

    Sementara itu, Ketua STTKD Yogyakarta, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UNIKOM. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Erwhin menjelaskan bahwa STTKD memiliki fokus utama pada bidang aviasi dan kedirgantaraan, termasuk pengembangan kompetensi di bidang avionik, teknik penerbangan, serta manufaktur pesawat terbang. Menurutnya, UNIKOM dipilih sebagai tujuan benchmarking karena dinilai sebagai perguruan tinggi yang  unggul dengan berbagai capaian yang menginspirasi, termasuk keberhasilan meraih Akreditasi Unggul pada tahun 2023. Oleh karena itu menurut Dr. Erwhin, kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan referensi yang bermanfaat dalam mendukung peningkatan mutu tata kelola, penjaminan mutu, serta pengembangan institusi di lingkungan STTKD.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan benchmarking yang membahas berbagai aspek strategis pengelolaan perguruan tinggi, meliputi tata kelola kelembagaan, peran dan fungsi senat, pengembangan infrastruktur dan laboratorium, strategi branding institusi, serta upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi. Diskusi berlangsung secara interaktif dan menghasilkan poin-point diskusi berikut: 1) Strategi Pencapaian Akreditasi Unggul dan Internasional. 2) Tata Kelola Organisasi dan Peran Senat. 3). Pengembangan Sumber Daya Manusia. 4). Penguatan Budaya Penelitian dan Publikasi Ilmiah. 5) Transformasi Digital dan Implementasi Artificial Intelligence (AI). 6). Strategi Menuju World Class University, serta 7). Potensi Kerja Sama UNIKOM dan STTKD.

    Melalui kunjungan STTKD Yogyakarta ke UNIKOM, keduanya berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia guna mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dan Tim Eduplus UNIKOM Tingkatkan Kompetensi Ai Mahasiswa Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Google AI

    Kolaborasi Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dan Tim Eduplus UNIKOM Tingkatkan Kompetensi Ai Mahasiswa Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Google AI

    BANDUNG, UNIKOM — Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berkolaborasi dengan Tim Eduplus UNIKOM menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Why Artificial Intelligence Matters in Accounting” pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital di bidang akuntansi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    Pelatihan yang berlangsung secara interaktif tersebut menghadirkan narasumber dari Tim Eduplus UNIKOM, yakni Koordinator Eduplus sekaligus Deputi Wakil Rektor, IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai implementasi teknologi AI, termasuk pemanfaatan Google AI dalam proses akuntansi modern, mulai dari otomasi pencatatan keuangan, analisis data, hingga pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

    Ketua Program Studi Akuntansi FEB UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA., dalam sambutan pembukanya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi mahasiswa akuntansi sebagai bekal menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah mengubah cara kerja akuntansi secara signifikan. Mahasiswa perlu memahami dan mampu memanfaatkan teknologi ini agar siap menghadapi tantangan industri”, tuturnya.

    Sebanyak 214 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Akuntansi, dosen, serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Hal tersebut tampak dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi interaktif yang membahas peluang dan tantangan implementasi AI dalam dunia akuntansi.

    Tidak hanya pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan ujian sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Tim Eduplus UNIKOM. Sertifikasi tersebut menjadi bentuk evaluasi sekaligus penguatan kompetensi peserta dalam memahami dan mengimplementasikan teknologi AI secara praktis di bidang akuntansi.

    Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut, Program Studi Akuntansi FEB UNIKOM menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan, mahasiswa Akuntansi UNIKOM memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi era digitalisasi akuntansi serta mampu bersaing di dunia kerja global berbasis teknologi dan data. (Direktorat Hms & Pro)

  •  UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

     UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

    BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 4 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) meresmikan Laboratorium Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi strategis bersama Google AI. Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM X Google Learning Center ini menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pusat pembelajaran AI yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi Google. Inisiatif kolaboratif ini digagas oleh Direktorat IT Infrastructure & Network (INFRANET) UNIKOM, yang telah memulai proses pengembangan dan pembangunan Laboratorium AI tersebut sejak Agustus 2025, hingga diresmikan pada hari Rabu, 4 Maret 2026.

    Peresmian yang digelar di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM tersebut dihadiri Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan disaksikan seluruh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan, dan Ketua Program Studi serta Tim Edu Plus UNIKOM yang meliputi Koordinator Tim, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.,  Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., beserta seluruh tim. Selain itu, juga dihadiri secara langsung oleh Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, bersama tim Digital Transformation, Kristiyanto dan Ahmad Fikri Dzulfikar, serta tim Google partner dari PT Datascript bersama PT Turbo, Jefferey Susanto Situmorang (Branch Sales Manager), Egi Singgih Prasetyo (Business Executive), dan Edwin Wijaya (Google Solutions Specialist).

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan pembangunan LaboratoriumArtificial Intelligence ini merupakan langkah strategis UNIKOM dalam merespon dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak sangat cepat. Era saat ini adalah era transformasi digital yang ditopang oleh kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan integrasi sistem berbasis data. Oleh karena itu, kehadiran Lab AI menjadi kebutuhan mendasar sekaligus investasi jangka panjang bagi institusi.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan, “UNIKOM mengambil posisi strategis dengan membangun kolaborasi bersama Google melalui program Google Learning Center. Kolaborasi ini menjadikan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pengembangan laboratorium AI berbasis kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tersebut. Ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus”, demikian pungkasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan “Hari ini merupakan momentum penting. Fasilitas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara bertahap kini resmi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, penguatan kurikulum berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan strategis. Ruang lingkup program ini tidak terbatas pada pengajaran semata. Kami juga membuka peluang kolaborasi riset, pendampingan industri, hingga program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem AI di UNIKOM dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi sivitas akademika tetapi juga bagi mitra eksternal, dan masyarakat luas”, tutur Adam, Ph.D.

    Sementara itu, Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Basrin, dalam sambutannya mengungkapkan “Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dan berdaya saing global”, tegasnya.

    Prosesi peresmian juga ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium sebagai simbol kemitraan berkelanjutan antara UNIKOM dan Google Indonesia. Proses pembangunan dan pengembangan Laboratorium AI tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak internal UNIKOM bersama Google, diantaranya, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTDSI), serta Direktorat INFRANET yang turut berperan dalam perencanaan, pengembangan infrastruktur, hingga implementasi teknologi di dalam laboratorium.

    Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sesi demonstrasi interaktif, di mana mahasiswa menampilkan simulasi alur kunjungan laboratorium sebagai gambaran pengalaman pengguna, mulai dari registrasi hingga eksplorasi perangkat dan sistem AI. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan fitur laboratorium oleh Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom.,  dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang menjelaskan integrasi sistem komputasi, dukungan platform Google, serta infrastruktur pendukung machine learning dan pengembangan proyek berbasis AI. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.

    Dari sisi fasilitas, UNIKOM X Google Learning Center memiliki desain ruang yang mendukung fleksibilitas dan produktivitas. Laboratorium ini dilengkapi dengan satu ruang utama yang disebut sebagai Main Area, yaitu area terbuka yang memungkinkan pengunjung untuk bebas mengeksplorasi, berdiskusi, maupun bekerja secara fleksibel dengan pilihan tempat duduk yang variatif dan kolaboratif.

    Selain area utama, tersedia tiga ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk kebutuhan fokus lebih intensif. Dua ruang fokus berkapasitas empat orang diperuntukkan bagi mahasiswa atau tim yang ingin melakukan diskusi mendalam, pengembangan proyek, maupun riset kolaboratif. Sementara itu, satu ruang fokus ultra disediakan untuk penggunaan individu, sehingga pengguna dapat bekerja secara lebih privat dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan model, eksperimen, maupun analisis berbasis Artificial Intelligence.

    Laboratorium tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk dosen serta seluruh sivitas akademika UNIKOM, serta masyarakat yang memerlukan. Dengan konsep ruang yang adaptif dan inklusif, UNIKOM X Google Learning Center menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis teknologi.

    Melalui kehadiran UNIKOM X Google Learning Center, UNIKOM semakin memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang visioner dan berorientasi global, serta berkontribusi dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi strategis ini juga menandai posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berkolaborasi langsung dengan Google dalam pengembangan Laboratorium Artificial Intelligence (AI). (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 13 Januari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjalin kerja sama internasional dengan University of the Philippines Mindanao melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, dan disiarkan secara hybrid melalui Zoom, kegiatan MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berbasis teknologi.

    Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Agus Trenggono, yang hadir bersama jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia Davao City sebagai bentuk dukungan diplomatik terhadap penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Filipina. Hadir pula secara daring, jajaran pimpinan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), yaitu Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur International Program, Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Ketua Divisi Kerja Sama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol. Sementara itu, dari pihak University of the Philippines Mindanao, kegiatan dihadiri oleh Prof. Lyre Anni E. Murao, Chancellor UP Mindanao, beserta para pejabat universitas.

    Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., yang dalam kapasitasnya mewakili Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, Ph.D., dalam sambutan pembukanya mengungkapkan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki kedekatan historis, kultural, dan regional sebagai sesama negara di Asia Tenggara. Kedekatan tersebut menjadi fondasi kuat bagi penguatan kolaborasi akademik yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan kawasan. “MoU ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan jembatan strategis untuk memperluas mobilitas dosen dan mahasiswa, mengembangkan penelitian bersama, serta mendorong berbagai inisiatif akademik lintas disiplin. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi regional dengan jejaring pengetahuan global guna menciptakan dampak yang berkelanjutan”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, Adam Ph.D., menyebut bahwa UNIKOM, sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada sains, teknologi, inovasi, dan riset terapan, memandang kemitraan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat transformasi digital dan internasionalisasi institusi.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur International Program, Dr. Senny menyampaikan, “saya berharap penandatanganan MoU ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan menjadi tonggak penting bagi kedua institusi. Momentum ini juga membuka ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk membangun kolaborasi yang lebih erat, produktif, dan berkelanjutan. Kami optimis kerja sama ini dapat diimplementasikan secara aktif melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak”, tutur Dr. Senny.

    Sementara itu, Konsulat Jenderal RI Davao City, Agus Trenggono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao. Ia menekankan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Filipina, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Menurutnya, kerja sama antar perguruan tinggi seperti ini akan memperkuat people-to-people contact yang menjadi fondasi hubungan jangka panjang kedua negara. KJRI Davao City juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi program-program turunan dari MoU agar dapat berjalan secara konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

    Berdasarkan kesepahaman yang telah disepakati, ruang lingkup kerja sama melalui MoU tersebut meliputi: program pertukaran mahasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedua institusi untuk mengikuti pengalaman akademik dan pertukaran budaya yang memperkaya wawasan global; program pertukaran dosen untuk  mendorong kolaborasi pengajaran, dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran keahlian dalam metodologi inovatif. Selanjutnya, penelitian kolaboratif bertujuan untuk pengembangan riset bersama di berbagai bidang strategis yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan dampak sosial. Terakhir, yaitu inisiatif akademik lainnya, termasuk publikasi bersama, seminar internasional, inovasi digital, serta program penguatan kapasitas institusi.

    Dalam hal ini, University of the Philippines Mindanao yang mengusung kerangka Education 5.0 for Regenerative Futures menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan, ketahanan, dan pembangunan inklusif. Kesamaan visi tersebut sejalan dengan komitmen UNIKOM dalam mengintegrasikan teknologi dan inovasi untuk menjawab tantangan masyarakat global.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut,  diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang dinamis dan produktif, yang tidak hanya memperkuat kapasitas institusi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan Asia Tenggara. Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao optimis bahwa sinergi ini akan menghasilkan program-program unggulan yang berdampak luas bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat kedua negara. (Direktorat Hms & Pro)

  • Percepat Transformasi menuju AI Ready Campus UNIKOM Bekali Dosen dan Tenaga Kependidikan dengan Pelatihan Google AI

    Percepat Transformasi menuju AI Ready Campus UNIKOM Bekali Dosen dan Tenaga Kependidikan dengan Pelatihan Google AI

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam mempercepat transformasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Experience: “Accelerating the Transformation to Artificial Intelligence Ready Campus” pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Auditorium Lantai 17 UNIKOM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis institusi dalam memperkuat akselerasi menuju World Class University, yang  merupakan hasil kolaborasi strategis antara Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence, Deputi Wakil Rektor IV, Direktorat INFRANET, Direktorat PTDSI, dan Tim Eduplus UNIKOM.

    Pelatihan Google AI tersebut terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi dosen UNIKOM dengan fokus pada penguatan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian. Sementara sesi ke dua diikuti oleh tenaga kependidikan UNIKOM yang diarahkan pada optimalisasi AI untuk mendukung efektivitas dan efisiensi administrasi serta layanan akademik.

    Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence UNIKOM, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, Ph.D., dalam sambutan pembukanya  menegaskan bahwa pencapaian World Class University tidak dapat diraih secara individual, melainkan melalui upaya kolektif seluruh sivitas akademika. “Transformasi menuju AI Ready Campus merupakan lompatan strategis yang mengharuskan perubahan pola pikir dari pendekatan tradisional menuju sistem kerja berbasis teknologi cerdas”, tutur Prof. Zainal.

    Lebih lanjut, menurut Prof. Zainal, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai enabler yang memungkinkan percepatan proses akademik dan administratif secara signifikan. Prof. Zainal juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi agar sivitas akademika tidak menjadi pengguna pasif, melainkan mampu menjadi pengendali teknologi tersebut.

    Pada sesi materi pertama, Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan materi pelatihan mengenai pemanfaatan Gemini AI dengan memperkenalkan konsep prompt AI serta berbagai fitur unggulannya. Para dosen mempraktikkan langsung penggunaan Gemini untuk menyusun contoh proyek pengabdian kepada masyarakat dan penelitian berbasis real case. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber ke dua yaitu, Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D.,  yang memaparkan materi mengenai optimalisasi NotebookLM sebagai asisten kecerdasan Artifisial untuk pembelajaran riset di perguruan tinggi serta pemanfaatan fitur Google Workspace dalam mendukung kolaborasi digital, manajemen dokumen, dan integrasi sistem kerja di lingkungan kampus.

    Pada sesi ke dua, selain mendapatkan materi pelatihan mengenai pemanfaatan Gemini AI dengan memperkenalkan konsep prompt AI serta berbagai fitur unggulan dari narasumber yang sama, selanjutnya tenaga kependidikan diberikan tugas membuat contoh surat resmi menggunakan template AI yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja masing-masing unit, sehingga pemanfaatan teknologi menjadi kontekstual dan aplikatif.

    Sebagai bentuk evaluasi sekaligus refleksi pembelajaran, beberapa dosen dan tenaga kependidikan yang terpilih diberikan kesempatan untuk memaparkan secara singkat hasil tugas pelatihan yang telah dikerjakan di hadapan peserta lainnya. Presentasi tersebut menampilkan berbagai contoh proyek penelitian, rancangan pengabdian, serta format surat berbasis AI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja. Sesi evaluasi tidak hanya memperlihatkan capaian pemahaman peserta, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik dan inspirasi implementasi AI di lingkungan UNIKOM.

    Melalui pelatihan AI dengan pendekatan berbasis praktik, pendampingan intensif, serta integrasi real case dalam setiap sesi, UNIKOM berkomitmen untuk membangun ekosistem AI Ready Campus yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi global, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi akademik yang kompetitif di tingkat internasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Inovasi Akademik: UNIKOM Gelar Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi

    Perkuat Inovasi Akademik: UNIKOM Gelar Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat transformasi akademik melalui penyelenggaraan Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi pada hari Rabu, 21 Januari 2026. Bertempat di Ruang Serba Guna (RSG) Lantai 15 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis universitas dalam menyesuaikan sistem kelulusan dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

    Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto., MBA., serta para Dekan, para Ketua Program Studi, Ketua Divisi Kurikulum, Tim AdHoc Skema Kelulusan Non Skripsi, juga para dosen di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa skema kelulusan non skripsi merupakan bentuk inovasi akademik yang dirancang untuk memberikan alternatif penyelesaian studi yang tetap menjunjung tinggi mutu dan capaian pembelajaran lulusan. “Skema kelulusan non skripsi merupakan langkah strategis universitas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi melalui berbagai bentuk tugas akhir yang relevan dengan kompetensi program studi, seperti proyek, prototipe, karya desain, publikasi ilmiah, maupun laporan magang yang mendalam, tanpa mengurangi standar mutu akademik”, tutur Prof. Umi. Menurutnya, skripsi tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan, melainkan salah satu alternatif bagi mahasiswa yang berminat pada riset, sementara mahasiswa dengan keunggulan praktis dan inovatif dapat menunjukkan capaian pembelajarannya melalui karya yang aplikatif dan berdampak, sejalan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

    Memasuki sesi inti, Tim AdHoc Skema Kelulusan Non Skripsi yang dipimpin oleh  Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., memaparkan secara komprehensif konsep, mekanisme, serta bentuk implementasi skema tersebut. Pemaparan disampaikan secara sistematis, mencakup landasan kebijakan, kriteria mahasiswa, hingga model penilaian yang akan diterapkan di lingkungan UNIKOM.

    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dari para peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap skema kelulusan tersebut sebagai alternatif penyelesaian studi di masa mendatang.

    Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, UNIKOM berharap seluruh sivitas akademika memperoleh pemahaman yang utuh mengenai skema kelulusan non skripsi, sehingga implementasinya dapat berjalan optimal dan selaras dengan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro)

  • FEB UNIKOM Gelar Workshop Prototyping Ide Bisnis Berbasis Artificial Intelligence Untuk Percepat Implementasi Kurikulum “AI for Business” 

    FEB UNIKOM Gelar Workshop Prototyping Ide Bisnis Berbasis Artificial Intelligence Untuk Percepat Implementasi Kurikulum “AI for Business” 

    BANDUNG, UNIKOM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat implementasi Kurikulum AI for Business melalui penyelenggaraan Workshop Sandboxing: Prototyping Ide Bisnis dengan AI. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Lantai 10 Smart Building UNIKOM dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan FEB UNIKOM yang terlibat langsung dalam ekosistem Sandboxing AI. Kegiatan Workshop tersebut dirancang sebagai ruang praktik terstruktur untuk menjembatani konsep pembelajaran dengan eksperimen dan implementasi nyata.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, para Ketua Program Studi di lingkungan FEB UNIKOM, dosen dan instruktur Sandbox AI, serta mahasiswa peserta Sandbox AI for Business. Kehadiran lintas peran tersebut mencerminkan sinergi akademik yang kuat dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan inovasi.

    Koordinator Sandboxing AI for Business Kurikulum FEB UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa pendekatan sandboxing memungkinkan dosen dan mahasiswa mengembangkan prototipe ide bisnis berbasis kecerdasan artifisial secara sistematis, aplikatif, dan kontekstual dengan kebutuhan dunia usaha.

    Sementara itu, Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E. M. Ak., Ak, CA., menekankan pentingnya konsistensi dalam mengawal implementasi Kurikulum AI for Business agar tidak berhenti pada tataran konseptual. Menurutnya, sandboxing merupakan instrumen strategis untuk memastikan integrasi AI dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan secara terarah, kolaboratif, serta menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan kompetensi lulusan.

    Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., bersama tim dihadirkan selaku pemateri utama, dimana para peserta mendapatkan bimbingan secara langsung dalam proses perancangan prototipe ide bisnis berbasis AI, mulai dari perumusan masalah, eksplorasi solusi, hingga pengembangan purwarupa awal. Materi disampaikan secara aplikatif dengan menekankan relevansi kecerdasan artifisial dalam konteks bisnis dan kewirausahaan kontemporer.

    Pada sesi tutorial, peserta diarahkan menyusun prototipe secara bertahap menggunakan Gemini AI. Proses diawali dengan penguatan pemikiran kritis manusia melalui penetapan masalah, identifikasi target pengguna, serta analisis konteks kebutuhan pasar. Selanjutnya, Gemini AI dimanfaatkan untuk mempertajam value proposition, termasuk merumuskan manfaat utama, keunggulan kompetitif, serta rasionalitas pemilihan solusi. Selain itu, peserta juga dilatih menyusun prompt yang terarah untuk memetakan alternatif ide, menilai kelayakan inovasi berdasarkan tren dan kajian sebelumnya, serta merumuskan elemen kunci solusi seperti fitur inti, skenario penggunaan, dan kebutuhan data. Pada tahap akhir, Gemini digunakan untuk membantu visualisasi gagasan melalui rancangan mockup awal, alur pengguna sederhana, serta narasi singkat yang menjelaskan mekanisme kerja purwarupa. Melalui tahapan tersebut, peserta tidak hanya menghasilkan ide bisnis, tetapi juga membawa pulang rancangan purwarupa awal yang logis, teruji, dan siap dikembangkan lebih lanjut dalam ekosistem Sandboxing AI for Business.

    Melalui workshop tersebut, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan ekonomi dan bisnis yang responsif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong lahirnya gagasan bisnis inovatif yang berorientasi pada pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)