Tag: Abdisamad Abdirahman Omar

  • International Community Service and Social Responsibility: UNIKOM dan UNIKU Dorong Pemanfaatan IT-Based Management Science untuk UMKM

    International Community Service and Social Responsibility: UNIKOM dan UNIKU Dorong Pemanfaatan IT-Based Management Science untuk UMKM

    International Community Service and Social Responsibility: UNIKOM dan UNIKU Dorong Pemanfaatan IT-Based Management Science untuk UMKM

    Bandung, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Universitas Kuningan (UNIKU) menggelar International Community Service and Social Responsibility dengan tema The Implementation of IT-Based Management Science in Improving the Performance of MSME pada 26 September 2024. Acara yang berlangsung di Meeting Hall Sindangjawa, Desa Sindangjawa, Kabupaten Kuningan ini menjadi wadah diskusi akademik dan praktis dalam mengoptimalkan penerapan ilmu manajemen berbasis teknologi untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM, sebagai salah satu pembicara utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penerapan teknologi informasi dalam manajemen UMKM menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional, pengambilan keputusan yang lebih akurat, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, UMKM yang mampu mengadopsi teknologi dengan baik akan lebih siap menghadapi persaingan global dan perubahan dinamika ekonomi.

    Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Abdisamad Abdirahman Omar, Ph.D., Direktur African Institute for Multidisciplinary Studies (AIMS) Somalia, yang juga merupakan dosen di University of Hargeisa, Somalia, serta peneliti di Ankara Haci Bayeam Veri University, Turki. Dalam sesi presentasinya, ia menyoroti bagaimana teknologi berbasis data, Internet of Things (IoT), serta Blockchain dapat membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memastikan transparansi dalam operasional bisnis mereka. Menurutnya, digitalisasi dalam bisnis bukan lagi sebuah pilihan, tetapi kebutuhan bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di era digital.

    Hadir pula Dr. Hj. Lili Karmela Fitriani, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKU, yang memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam memajukan sektor UMKM. Ia menekankan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada pelaku UMKM agar lebih melek digital dan mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, serta pelaku industri untuk mengembangkan strategi digitalisasi UMKM yang lebih efektif. Para peserta juga mendapatkan manfaat berupa networking, pengalaman baru dalam penerapan IT-based management science, serta e-certificate sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

    Dengan terselenggaranya acara ini, UNIKOM dan UNIKU semakin menegaskan perannya dalam mendorong inovasi berbasis teknologi untuk mendukung perkembangan UMKM. Sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat terus berlanjut, guna menciptakan solusi konkret bagi penguatan sektor UMKM di Indonesia. (Divisi Digital Marketing)

  • Studium Generale: Menavigasi Lanskap Digital untuk Branding Virtual dan Rantai Pasok

    Studium Generale: Menavigasi Lanskap Digital untuk Branding Virtual dan Rantai Pasok

    Studium Generale: Menavigasi Lanskap Digital untuk Branding Virtual dan Rantai Pasok

    Bandung, UNIKOM – STIE Bisnis Internasional Indonesia (STIE BII) kembali menggelar Studium Generale  dengan tema Navigating the Digital Landscape: Opportunities and Challenges for Virtual Branding and Supply Chains. Acara yang diadakan di Kampus STIE BII, Kabupaten Bekasi ini menghadirkan berbagai pakar akademik dan praktisi yang membahas tantangan serta peluang dalam branding virtual dan rantai pasok berbasis digital.

    Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., selaku Kepala STIE BII, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi rantai pasok serta membangun strategi branding digital yang kuat. Menurutnya, digitalisasi dalam supply chain dapat meningkatkan transparansi, mengoptimalkan operasional, serta mempercepat proses distribusi barang dan jasa di era globalisasi.

    Selain itu, acara ini juga menghadirkan Abdisamad Abdirahman Omar, Ph.D., Direktur African Institute for Multidisciplinary Studies (AIMS), Somalia, yang juga merupakan dosen di University of Hargeisa, Somalia, serta peneliti di Ankara Haci Bayeam Veri University, Turki. Dalam sesinya, ia membahas bagaimana perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Blockchain telah mengubah lanskap rantai pasok global. Menurutnya, teknologi ini memberikan transparansi lebih besar dalam alur distribusi barang dan mempercepat proses logistik dengan sistem berbasis data yang lebih akurat.

    Lebih lanjut, Abdisamad juga mengulas tantangan dalam branding virtual, terutama bagi bisnis yang ingin membangun kepercayaan pelanggan di dunia digital. Ia menegaskan bahwa citra merek yang kuat harus dibangun dengan strategi komunikasi digital yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial, pemasaran berbasis data, serta personalisasi pengalaman pelanggan.

    Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang akademik dan industri, yang tertarik untuk memahami bagaimana transformasi digital dapat membantu mereka dalam menghadapi persaingan global. Kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi peserta dalam bentuk e-certificate, networking opportunities, dan pengalaman baru dalam bidang branding digital serta rantai pasok berbasis teknologi.

    Dengan terselenggaranya acara ini, STIE BII semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berkomitmen dalam mengembangkan pemahaman akademik dan industri mengenai tantangan digitalisasi. Studium Generale ini tidak hanya menjadi wadah diskusi ilmiah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, serta para pelaku industri untuk menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi era digital.